Akurat Logo

Green SM Hadir di Stasiun Whoosh Halim, Lengkapi Perjalanan Penumpang

Winna Wandayani | 7 Mei 2026, 14:25 WIB
Green SM Hadir di Stasiun Whoosh Halim, Lengkapi Perjalanan Penumpang
Green SM Hadir di Stasiun Whoosh Halim (Green SM)

AKURAT.CO Kehadiran kereta cepat Whoosh telah memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung secara signifikan. Namun, kenyamanan perjalanan kerap terputus ketika penumpang memasuki tahap akhir perjalanan di dalam kota.

Setelah turun di stasiun, penumpang kembali dihadapkan pada kemacetan, polusi dan kebisingan lalu lintas. Situasi ini menunjukkan bahwa efisiensi transportasi antarkota belum sepenuhnya diikuti oleh sistem mobilitas perkotaan.

Data inventarisasi emisi Jakarta mencatat sektor transportasi menyumbang sekitar 46 persen dari total emisi kota. Kendaraan jalan raya menjadi kontributor utama, terutama di kawasan dengan lalu lintas padat seperti area stasiun dan pusat bisnis.

Selain itu, transportasi darat juga berkontribusi terhadap sekitar 67 persen polusi PM2.5 dan 84 persen emisi black carbon. Kedua jenis polutan ini erat kaitannya dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dan kemacetan.

Baca Juga: Optimisme Prabowo Lanjutkan Proyek Kereta Cepat hingga Banyuwangi Diapresiasi

Tren perjalanan jarak pendek Jakarta dan kota sekitarnya juga meningkat seiring hadirnya kereta cepat. Mobilitas untuk bisnis maupun liburan singkat semakin sering, tetapi masih bergantung pada kendaraan konvensional di tahap akhir perjalanan.

Mulai 18 Desember 2025, penumpang di Stasiun Whoosh Halim dapat menggunakan taksi listrik Green SM sebagai moda lanjutan. Layanan ini tersedia di area penjemputan khusus untuk memudahkan perpindahan dari kereta ke tujuan berikutnya.

Selain berbasis listrik, armada Green SM tidak terdampak kebijakan ganjil-genap di Jakarta. Hal ini dinilai dapat membantu menjaga kepastian waktu tempuh, terutama saat jam sibuk di sekitar stasiun.

"Melalui kolaborasi Green SM dengan Stasiun Whoosh Halim, kami ingin mendukung perjalanan yang lebih mulus sejak penumpang tiba hingga mencapai tujuan akhir," ujar Deny Tjia selaku Managing Director Green SM Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (5/5/2026).

Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menilai integrasi transportasi lanjutan penting dalam pengembangan kereta cepat. Konektivitas first-mile dan last-mile dinilai perlu diperkuat.

"Kolaborasi dengan Green SM ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten," kata Eva Chairunisa selaku General Manager Corporate Secretary KCIC.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.