Akurat Logo

Volkswagen Siapkan PHK Hingga 100.000 Karyawan, Empat Pabrik di Jerman Terancam Ditutup

Fitra Iskandar | 27 Juni 2026, 11:10 WIB
Volkswagen Siapkan PHK Hingga 100.000 Karyawan, Empat Pabrik di Jerman Terancam Ditutup
VW. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW), dikabarkan tengah menyiapkan restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif dengan mempertimbangkan penutupan empat pabrik di Jerman serta pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 100.000 karyawan.

Mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, proposal restrukturisasi telah disampaikan kepada anggota dewan pengawas Volkswagen dan dijadwalkan menjadi agenda pembahasan dalam rapat pada 9 Juli mendatang.

Langkah drastis ini diambil di tengah tekanan besar yang dihadapi Volkswagen, mulai dari persaingan ketat dengan produsen mobil asal China, tarif tinggi impor kendaraan ke Amerika Serikat, hingga melemahnya permintaan pasar otomotif di Eropa yang dinilai membuat model bisnis perusahaan semakin sulit dipertahankan.

Empat Pabrik Terancam Ditutup

Empat fasilitas produksi yang disebut masuk dalam daftar penutupan adalah pabrik Hanover, Zwickau, Emden, serta fasilitas Audi di Neckarsulm.

Jika rencana tersebut direalisasikan, lebih dari 45.000 pekerja di empat lokasi itu berpotensi kehilangan pekerjaan. Jumlah tersebut akan menambah sekitar 50.000 PHK yang sebelumnya telah direncanakan perusahaan, sehingga total pengurangan tenaga kerja bisa mencapai 100.000 orang.

Dalam skala industri otomotif global, restrukturisasi ini disebut akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, bahkan melampaui berbagai gelombang efisiensi yang pernah dilakukan sejumlah produsen mobil besar.

CEO Volkswagen Dorong Restrukturisasi Besar

Laporan menyebut CEO Volkswagen Oliver Blume telah mempresentasikan rencana tersebut kepada jajaran eksekutif senior guna memperoleh dukungan sebelum menghadapi penolakan dari serikat pekerja maupun pemerintah negara bagian Lower Saxony yang merupakan pemegang saham terbesar kedua perusahaan.

Selain pengurangan tenaga kerja, Volkswagen juga disebut akan memangkas investasi sekitar 15 persen menjadi sedikit di atas 130 miliar euro dalam lima tahun ke depan.

Blume bersama Chief Financial Officer Arno Antlitz juga dikabarkan ingin melakukan perubahan mendasar terhadap perusahaan berusia 89 tahun itu, termasuk memisahkan merek utama Volkswagen dan divisi suku cadang menjadi entitas yang berdiri sendiri.

Saham Volkswagen Tertekan

Kabar restrukturisasi tersebut belum mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Saham Volkswagen turun sekitar 3,4 persen pada perdagangan Jumat dan berada di level terendah dalam 16 tahun terakhir.

Pemegang saham Volkswagen dari Deka, Ingo Speich, menilai persoalan utama perusahaan bukan hanya tingginya biaya operasional.

"Biaya tinggi hanyalah gejala, bukan akar masalah. Persoalan utamanya adalah penjualan yang lemah. Volkswagen harus menghadirkan produk yang benar-benar diminati pasar," ujarnya.

Serikat Pekerja Siap Melawan

Menanggapi kabar tersebut, juru bicara Volkswagen tidak memberikan komentar terkait dokumen internal perusahaan, namun menegaskan bahwa seluruh grup Volkswagen memang membutuhkan perubahan besar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.