Studi: Anak yang Dekat dengan Orang Tua Akan Tumbuh Jauh Lebih Empati

AKURAT.CO Anak kecil yang dekat dengan orang tuanya kemungkinan besar akan tumbuh menjadi orang yang baik hati, dan penuh perhatian.
Sebaliknya, anak-anak yang hubungan awalnya dengan orang tua mereka tegang secara emosional atau melakukan kekerasan cenderung tidak menjadi bijaksana dan murah hati. “Meluangkan waktu untuk membangun hubungan yang hangat, dekat, nyaman dan penuh pengertian antara orang tua dan anak-anak di masa kanak-kanak cenderung memprediksi ketahanan anak-anak terhadap kesulitan kesehatan mental, dan meningkatkan tingkat prososialitas mereka sepanjang masa kanak-kanak dan remaja,” kata salah satu penulis studi, Ioannis Katsantonis, peneliti di Universitas Cambridge di Inggris.
Baca Juga: 5 Tips Parenting Ala Capres Ganjar Pranowo, Yang Bisa Ditiru
Prososialitas adalah istilah umum yang mencakup kebaikan, empati, suka menolong, kemurahan hati, dan kesukarelaan.
Temuan ini masuk akal secara intuitif. “Anak-anak meniru orang tuanya sehingga mereka belajar keterampilan sosial yang nantinya akan berguna bagi mereka,” katanya.
Untuk studi ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 10.700 anak-anak yang lahir antara tahun 2000 dan 2002. Mereka mewawancarai orang tua dan anak-anak berusia 5, 7, 11, 14, dan 17 tahun, menggunakan kuesioner standar yang mengukur gejala kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan agresi, perilaku yang diinginkan secara sosial, hubungan, dan praktik disiplin.
Baca Juga: Paparkan Kinerja Ganjar Di Jateng, Politisi PDIP: Dia Punya Empati, Paham Permasalahan Rakyat Kecil
Para peneliti menemukan bahwa semakin dekat anak-anak dengan orang tua mereka pada usia 3 tahun, semakin mereka akan memiliki banyak sifat kebaikan, empati, suka menolong, kemurahan hati, dan kesukarelaan yang mereka ungkapkan saat mereka tumbuh dewasa.
Sebaliknya, anak-anak yang hubungan awalnya dengan orang tua mereka nampak tegang secara emosional atau kasar, cenderung tidak mengembangkan kebiasaan sosial yang positif seiring berjalannya waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








