Mengapa Buruh dan Masyarakat Meminta Diterbitkan Perppu yang Baru?

AKURAT.CO Pada tanggal 2 Desember 2022, buruh dan masyarakat meminta agar diterbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang baru terkait RUU Cipta Kerja.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa permintaan ini muncul:
-
Proses Pembahasan yang Tertutup dan Tidak Transparan:
Proses pembahasan RUU Cipta Kerja dinilai cenderung tertutup, tidak transparan, dan minim melibatkan partisipasi publik.
Ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan yang seharusnya diterapkan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.
-
Keistimewaan bagi Dunia Investasi:
RUU Cipta Kerja lebih memberikan keistimewaan kepada dunia investasi tanpa memperhatikan aspek kepentingan sosial yang lebih luas, seperti perlindungan lingkungan.
RUU ini juga dianggap melanggar hak-hak warga negara sebagaimana diatur dalam UUD 1945.
-
Kekhawatiran terhadap Dampak Sosial:
Para buruh khawatir dengan RUU ini karena perlindungan dan kesejahteraan buruh terabaikan.
Upah minimum, pesangon, dan jaminan sosial berpotensi berkurang kualitasnya akibat perluasan praktek kerja kontrak dan outsourcing.
-
Situasi Pandemi Covid-19: Meskipun pandemi Covid-19 menyebar secara massif, DPR tetap melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja.
ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap dampak negatif pada perekonomian rakyat, terutama para pekerja di sektor informal.
Pemerintah juga menerbitkan Perppu Cipta Kerja sebagai upaya menjawab keinginan investor terhadap kepastian hukum dan sebagai penyempurnaan aturan yang ada.
Namun, banyak pihak masih mempertanyakan urgensi dan dampak dari perubahan ini.
Semoga artikel ini memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai perdebatan seputar RUU Cipta Kerja dan permintaan untuk diterbitkan Perppu yang baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







