Bidang Apa Saja yang Termasuk dalam Sengketa Internasional?

AKURAT.CO Sengketa internasional adalah perselisihan antara dua negara atau lebih yang melibatkan masalah politik, ekonomi, hukum, atau wilayah.
Beberapa bidang yang sering menjadi sumber sengketa antarnegara meliputi perbatasan, sumber daya alam, kerusakan lingkungan, dan status kepemilikan pulau.
Contoh Kasus Sengketa Internasional dan Penyelesaiannya
1. Sengketa atas Pulau Sipadan dan Ligitan
Indonesia dan Malaysia pernah bersengketa terkait klaim dua pulau di perbatasan Kalimantan Timur, yaitu Pulau Sipadan dan Ligitan.
Sengketa ini berlangsung sejak 1967 hingga akhirnya pada tahun 2002, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa kepemilikan kedua pulau jatuh pada Malaysia.
Keputusan ini didasarkan pada bukti sejarah yang diterima dari Malaysia, termasuk penguasaan efektif dan aktivitas di pulau-pulau tersebut.
2. Sengketa antara Thailand dan Kamboja
Sengketa antara Thailand dan Kamboja dimulai sejak 1962. Keduanya mengklaim wilayah yang berada di sekitar Kuil Preah Vihear sebagai milik mereka.
Pada tahun 2008, UNESCO memberikan penghargaan kepada Kuil Preah Vihear sebagai situs warisan dunia, memperpanas konflik dan menyebabkan bentrokan berulang.
Meskipun Mahkamah Internasional sebelumnya memutuskan bahwa kuil tersebut milik Kamboja, Thailand menilai putusan tersebut hanya menyangkut kepemilikan kuil, bukan area di sekitarnya.
Kesimpulan
Sengketa internasional adalah bagian tak terpisahkan dari hubungan antarnegara. Penyelesaiannya dapat melalui jalur diplomatik, arbitrase, atau melalui organisasi internasional seperti Mahkamah Internasional.
Dengan memahami contoh kasus dan penyelesaiannya, kita dapat lebih bijaksana dalam menghadapi tantangan ini di masa depan.
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan wawasan lebih mengenai sengketa internasional!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Ramalan Shio Asmara 7 Juni 2026 Terbaru: Tikus Makin Romantis, Naga Penuh Pesona, Harimau Berpeluang Jatuh Cinta
- 10Ramalan Zodiak Keuangan 7 Juni 2026: Leo, Aquarius, Aries, dan Pisces







