Humor Jadi Praktek Parenting yang Paling Efektif?

AKURAT.CO Penelitian baru di antara orang-orang berusia 18 hingga 45 tahun menemukan banyak orang yang menyebut humor sebagai salah satu alasan bisa terus memiliki hubungan yang positif dengan orang tua mereka.
Lebih dari separuh responden merasa bahwa mereka dibesarkan oleh orang-orang yang menggunakan humor dalam kehidupan sehari-hari, dan hampir tiga perempat (sekitar 72%) menganggap humor dapat menjadi alat pengasuhan yang efektif.
Baca Juga: Luncurkan Buku Humor, Abdul Mu'ti Ingin Tepis Orang Muhammadiyah Selalu Serius
Namun, belum banyak penelitian tentang peran tawa dalam pengasuhan.
"Ayah saya menggunakan humor dan itu sangat efektif," kata Levi. "Saya menggunakan humor dalam praktik klinis saya dan dengan anak-anak saya sendiri. Pertanyaannya adalah, bagaimana seseorang dapat menggunakan humor secara konstruktif?" Untuk mengetahuinya, dirinya dan rekan-rekannya melakukan survei studi percontohan terhadap 312 orang dewasa berusia 45 tahun ke bawah.
"Harapan saya adalah orang-orang dapat belajar menggunakan humor sebagai alat pengasuhan yang efektif, tidak hanya untuk meredakan ketegangan tetapi juga mengembangkan ketahanan dan fleksibilitas kognitif dan emosional dalam diri mereka sendiri dan menjadi contoh bagi anak-anak mereka," kata penulis senior studi Benjamin Levi. Dia adalah seorang profesor pediatri dan humaniora di Penn State College of Medicine di University Park.
Tim Levis mengatakan bahwa humor tampaknya membuat manfaat besar dalam hubungan jangka panjang antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Humor Gus Dur: Anak-anak dan Hantu
Penulis utama studi Lucy Emery percaya bahwa melihat sisi lucu dapat menuai manfaat dalam aspek kehidupan lainnya.
"Ada persamaan menarik antara dunia bisnis dan pengasuhan anak. Dalam dunia bisnis, humor terbukti membantu mengurangi hierarki, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kolaborasi dan kreativitas, serta meredakan ketegangan," kata Emery, yang merupakan mahasiswa kedokteran di Penn State College of Medicine saat penelitian tersebut dilakukan.
"Meskipun hubungan orang tua dan anak jauh diliputi perasaan penuh kasih sayang daripada hubungan bisnis, sama halnya situasi yang menegangkan juga sering didapati saat mengasuh anak," katanya. "Humor dapat membantu meredakan ketegangan dan hubungan hierarki itu serta membantu kedua belah pihak merasa lebih baik tentang situasi yang menegangkan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








