Apa Tujuan dari Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah?

AKURAT.CO Pembelajaran sosial emosional (PSE) merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Sebagaimana dilansir dari Pusat Kolaborasi Kemdikbud, PSE bertujuan untuk membantu siswa memahami dan mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, mengembangkan empati, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan belajar cara mengatasi konflik.
Artikel ini akan mengulas tujuan, manfaat, dan kompetensi yang terkait dengan pembelajaran sosial emosional di sekolah.
-
Tujuan Pembelajaran Sosial Emosional:
- Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
- Membantu siswa dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang akan membantu mereka dalam memahami emosi yang dirasakan, mengembangkan identitas mereka, dan menetapkan tujuan.
- Mengurangi stres dan tekanan yang dialami dalam proses belajar.
-
Manfaat Menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional:
- Meningkatkan prestasi akademik.
- Meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri.
- Meningkatkan empati terhadap orang lain.
- Meningkatkan keterampilan membangun hubungan baik.
- Mengurangi tekanan emosional.
-
Kompetensi Pembelajaran Sosial Emosional:
- Kesadaran diri (self-awareness).
- Manajemen diri (self-management).
- Kesadaran sosial (social awareness).
- Kemampuan berinteraksi sosial (relationship skills).
- Pengambilan keputusan bertanggung jawab (responsible decision-making).
Kesimpulan
Penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran sosial emosional membentuk karakter dan kemampuan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dengan pendekatan ini, kita dapat menciptakan generasi yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







