Fase-fase yang Perlu Dilakukan untuk Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Prinsip UbD

AKURAT.CO Understanding by Design (UbD) adalah pendekatan perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe.
Pendekatan ini berfokus pada perancangan pembelajaran dengan memulai dari hasil akhir yang diinginkan, atau yang dikenal sebagai “backward design”.
Artikel ini akan membahas fase-fase yang perlu dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran berbasis prinsip UbD berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya.
Baca Juga: Pemenang Lomba Tari Cipta Kreasi Betawi 2024 Diganjar Penghargaan Bertanda Tangan Penjabat Gubernur Jakarta
1. Menentukan Hasil Pembelajaran (Desired Results)
Fase pertama dalam perancangan pembelajaran berbasis UbD adalah menentukan hasil pembelajaran yang diinginkan.
Pada fase ini, guru harus jelas tentang apa yang diharapkan siswa untuk ketahui, pahami, dan dapat lakukan pada akhir pembelajaran.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Educational Research, langkah-langkah dalam menentukan hasil pembelajaran meliputi:
- Identifikasi Standar dan Tujuan Pembelajaran: Mengidentifikasi standar kompetensi atau tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, baik dari standar nasional, kurikulum sekolah, atau tujuan spesifik yang dirumuskan oleh guru.
- Rumusan Essential Questions: Pertanyaan-pertanyaan mendalam yang akan membimbing siswa dalam mengeksplorasi materi pelajaran dan mencapai pemahaman yang lebih luas.
- Penentuan Big Ideas: Konsep-konsep besar yang menjadi inti dari pembelajaran, relevan dengan kehidupan siswa, dan dapat diterapkan dalam konteks yang lebih luas.
2. Merancang Penilaian (Assessment Evidence)
Setelah hasil pembelajaran yang diinginkan telah ditentukan, langkah berikutnya adalah merancang penilaian yang akan digunakan untuk mengukur apakah siswa telah mencapai hasil tersebut.
Penelitian dari Journal of Curriculum Studies menunjukkan bahwa penilaian yang baik memberikan gambaran yang jelas tentang kemajuan siswa dan efektivitas pembelajaran.
Langkah-langkah dalam merancang penilaian meliputi:
- Merumuskan Kriteria Penilaian: Kriteria yang jelas dan terukur untuk menilai pencapaian siswa.
- Mengembangkan Instrumen Penilaian: Alat atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang pencapaian siswa, seperti tes, proyek, atau portofolio.
3. Merancang Kegiatan Pembelajaran (Learning Plan)
Fase terakhir adalah merancang kegiatan pembelajaran yang mendukung tercapainya hasil pembelajaran.
Menurut artikel di Journal of Teaching and Learning, kegiatan pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga menarik, relevan, dan menantang bagi siswa.
Langkah-langkah dalam merancang kegiatan pembelajaran meliputi:
- Mengembangkan Strategi Pembelajaran: Metode dan teknik yang akan digunakan untuk mengajar materi pelajaran.
- Merancang Aktivitas Pembelajaran: Aktivitas yang akan dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, seperti diskusi kelompok, eksperimen, atau simulasi.
- Menyiapkan Sumber Daya dan Bahan Ajar: Materi dan alat yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Kesimpulan
Merancang perencanaan pembelajaran berbasis prinsip UbD melibatkan tiga fase utama: menentukan hasil pembelajaran, merancang penilaian, dan merancang kegiatan pembelajaran.
Dengan mengikuti fase-fase ini, guru dapat memastikan bahwa pembelajaran yang dilakukan efektif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pendekatan UbD membantu menciptakan pembelajaran yang lebih terstruktur dan berfokus pada pencapaian hasil yang diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








