Akurat
Pemprov Sumsel

Alasan yang Tepat Kenapa Guru Penggerak Diarahkan untuk Menggunakan Pendekatan Berbasis Aset daripada Pendekatan Berbasis Kekurangan Adalah Karena…

Sultan Tanjung | 9 Oktober 2024, 18:15 WIB
Alasan yang Tepat Kenapa Guru Penggerak Diarahkan untuk Menggunakan Pendekatan Berbasis Aset daripada Pendekatan Berbasis Kekurangan Adalah Karena…

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan, pendekatan yang digunakan oleh guru sangat mempengaruhi hasil belajar siswa.

Guru Penggerak, sebagai agen perubahan dalam sistem pendidikan, diarahkan untuk menggunakan pendekatan berbasis aset daripada pendekatan berbasis kekurangan.

Artikel ini akan membahas alasan di balik arahan tersebut dan bagaimana pendekatan berbasis aset dapat memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Keistimewaan Asset Based Thinking Adalah dan Contohnya

Definisi Pendekatan Berbasis Aset dan Kekurangan

Pendekatan berbasis aset adalah metode yang menekankan pada identifikasi dan pemanfaatan kekuatan, potensi, dan sumber daya yang dimiliki oleh individu atau komunitas. 

Pendekatan ini bertujuan untuk memberdayakan individu dan komunitas dengan memanfaatkan apa yang mereka miliki untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sebaliknya, pendekatan berbasis kekurangan fokus pada mengidentifikasi masalah, kekurangan, dan kebutuhan yang harus diatasi.

Pendekatan ini sering kali berfokus pada apa yang tidak dimiliki atau apa yang salah dalam individu atau komunitas.

Alasan Guru Penggerak Menggunakan Pendekatan Berbasis Aset

  1. Meningkatkan Partisipasi dan Keterlibatan:

    Pendekatan berbasis aset mendorong partisipasi aktif dari siswa dan komunitas sekolah. 

    Dengan menekankan pada kekuatan dan sumber daya yang ada, pendekatan ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

    Hal ini berbeda dengan pendekatan berbasis kekurangan yang sering kali membuat siswa merasa tidak berdaya dan kurang termotivasi.

  2. Membangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian:

    Dengan fokus pada kekuatan dan potensi, pendekatan berbasis aset membantu siswa untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian. 

    Mereka merasa lebih mampu untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan mereka.

    Pendekatan berbasis kekurangan, di sisi lain, dapat memperkuat perasaan ketidakmampuan dan ketergantungan.

  3. Menciptakan Solusi yang Berkelanjutan:

    Pendekatan berbasis aset cenderung menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan relevan karena didasarkan pada sumber daya yang sudah ada dan dapat diandalkan.

    Pendekatan berbasis kekurangan sering kali memerlukan intervensi eksternal yang mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Studi Kasus dan Penelitian

Penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aset dapat meningkatkan keterlibatan dan partisipasi komunitas dalam program pengembangan masyarakat. 

Studi ini menemukan bahwa komunitas yang menggunakan pendekatan berbasis aset lebih mampu untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya lokal mereka untuk mencapai tujuan bersama.

Penelitian serupa dari Universitas Harvard juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aset dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan sosial individu. 

Studi ini menekankan bahwa dengan fokus pada kekuatan dan potensi, individu merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi pada komunitas mereka.

Kesimpulan

Pendekatan berbasis aset dipandang lebih baik dibandingkan pendekatan berbasis kekurangan karena mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan, membangun kepercayaan diri dan kemandirian, serta menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Dengan menekankan pada kekuatan dan sumber daya yang ada, pendekatan ini tidak hanya memberdayakan individu dan komunitas tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih positif dan produktif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.