Alasan yang Tepat Kenapa Guru Penggerak Diarahkan untuk Menggunakan Pendekatan Berbasis Aset daripada Pendekatan Berbasis Kekurangan Adalah Karena…

AKURAT.CO Dalam dunia pendidikan, pendekatan yang digunakan oleh guru sangat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Guru Penggerak, sebagai agen perubahan dalam sistem pendidikan, diarahkan untuk menggunakan pendekatan berbasis aset daripada pendekatan berbasis kekurangan.
Artikel ini akan membahas alasan di balik arahan tersebut dan bagaimana pendekatan berbasis aset dapat memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran.
Baca Juga: Keistimewaan Asset Based Thinking Adalah dan Contohnya
Definisi Pendekatan Berbasis Aset dan Kekurangan
Pendekatan berbasis aset adalah metode yang menekankan pada identifikasi dan pemanfaatan kekuatan, potensi, dan sumber daya yang dimiliki oleh individu atau komunitas.
Pendekatan ini bertujuan untuk memberdayakan individu dan komunitas dengan memanfaatkan apa yang mereka miliki untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sebaliknya, pendekatan berbasis kekurangan fokus pada mengidentifikasi masalah, kekurangan, dan kebutuhan yang harus diatasi.
Pendekatan ini sering kali berfokus pada apa yang tidak dimiliki atau apa yang salah dalam individu atau komunitas.
Alasan Guru Penggerak Menggunakan Pendekatan Berbasis Aset
-
Meningkatkan Partisipasi dan Keterlibatan:
Pendekatan berbasis aset mendorong partisipasi aktif dari siswa dan komunitas sekolah.
Dengan menekankan pada kekuatan dan sumber daya yang ada, pendekatan ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Hal ini berbeda dengan pendekatan berbasis kekurangan yang sering kali membuat siswa merasa tidak berdaya dan kurang termotivasi.
-
Membangun Kepercayaan Diri dan Kemandirian:
Dengan fokus pada kekuatan dan potensi, pendekatan berbasis aset membantu siswa untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian.
Mereka merasa lebih mampu untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan mereka.
Pendekatan berbasis kekurangan, di sisi lain, dapat memperkuat perasaan ketidakmampuan dan ketergantungan.
- Menciptakan Solusi yang Berkelanjutan:
Pendekatan berbasis aset cenderung menghasilkan solusi yang lebih berkelanjutan dan relevan karena didasarkan pada sumber daya yang sudah ada dan dapat diandalkan.
Pendekatan berbasis kekurangan sering kali memerlukan intervensi eksternal yang mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.
Studi Kasus dan Penelitian
Penelitian dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aset dapat meningkatkan keterlibatan dan partisipasi komunitas dalam program pengembangan masyarakat.
Studi ini menemukan bahwa komunitas yang menggunakan pendekatan berbasis aset lebih mampu untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya lokal mereka untuk mencapai tujuan bersama.
Penelitian serupa dari Universitas Harvard juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aset dapat meningkatkan kesejahteraan emosional dan sosial individu.
Studi ini menekankan bahwa dengan fokus pada kekuatan dan potensi, individu merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi pada komunitas mereka.
Kesimpulan
Pendekatan berbasis aset dipandang lebih baik dibandingkan pendekatan berbasis kekurangan karena mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan, membangun kepercayaan diri dan kemandirian, serta menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Dengan menekankan pada kekuatan dan sumber daya yang ada, pendekatan ini tidak hanya memberdayakan individu dan komunitas tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih positif dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







