Akurat
Pemprov Sumsel

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51 Telaah Kutipan Novel Mangir Karya Pramoedya Ananta Toer

Rizal Maulana B | 10 Oktober 2024, 09:15 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51 Telaah Kutipan Novel Mangir Karya Pramoedya Ananta Toer

AKURAT.CO Artikel ini membahas kunci jawaban Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 12 SMA halaman 51, yang berfokus pada analisis kutipan, struktur, dan keterangan novel *Mangir* karya Pramoedya Ananta Toer.

Dalam tugas Bahasa Indonesia kelas 12 ini, siswa diminta menelaah cerita berdasarkan kutipan dari novel Mangir.

Untuk menyelesaikan soal, siswa harus terlebih dahulu membaca kutipan secara teliti dari buku paket yang disediakan.

Setelah memahami materi, sangat disarankan agar siswa mencoba mengerjakan soal secara mandiri sebelum memeriksa kunci jawabannya.

Setelah menyelesaikan tugas, siswa dapat menggunakan kunci jawaban ini sebagai panduan untuk mencocokkan dan mengevaluasi apakah jawaban yang mereka buat sudah sesuai dengan materi yang telah dipelajari.

Pembahasan mencakup aspek-aspek penting dari novel seperti kutipan, struktur, dan unsur-unsur naratif yang terdapat dalam novel Mangir karya Pramoedya Ananta Toer.

Dengan menggunakan kunci jawaban ini, siswa dapat lebih mudah memahami dan mendalami analisis teks sastra yang ada dalam materi Bahasa Indonesia kelas 12, terutama yang berkaitan dengan novel bersejarah seperti Mangir.

1. - Kutipan: Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dan kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih, bersih, dan terang. Di atas bumi Jawa lain lagi keadaannya gelisah, resah, seakan-akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.

- Struktur: Pendahuluan atau orientasi

- Keterangan: Bagian ini menyajikan pengenalan atau informasi sekilas tentang latar dan tokoh yang terdapat dalam cerita.

2. - Kutipan: Sang Patih berhenti di tengah-tengah pendodop, dekat dengan damarsewu, menegur, " Dingin-dingin begini anakanda datang. Pasti ada sesuatu keluarbiasaan. Mendekat sni, anakanda." Dan Patragading berjalan mendekat dengan lututnya sambil mengangkat sembah, merebahkan diri pada kaki Sang Patih. "Ampuni patik, membangunkan Paduka pada malam buta beini kabar duka, Paduka. Balatentara Demak di bawah Adipati Kudus memasuki Jepara tanpa diduga-duga.

- Struktur: Penyampaian rangkaian peristiwa

- Keterangan: Bagian ini menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi dalam cerita.

3. - Kutipan: "Bagaimana Bupati Jepara?" Tewas enggan menyerah Paduka, Patragading mengangkat sembah. " Sisa balatentara Tuban mundur ke timur kota. Jepara penuh dengan balatentara Demak. Lebih dari tiga ribu orang."

- Struktur: Konflik

- Keterangan: Bagian ini menyajikan konflik yang terjadi antara tokoh satu dengan tokoh lain dalam cerita.

4. - Kutipan: Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian-kota dan pedalaman. Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya WIrabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala CUwil Sang Wirabumi. Dan sebagai patih ia tetap memimpin pasukan ajah.

- Struktur: Penyelesaian konflik atau resolusi

- Keterangan: Bagian ini menyajikan solusi atas konflik pada bagian sebelumnya.

Soal yang dikerjakan merupakan jenis soal terbuka, maka bisa saja jawaban setiap siswa berbeda. Jadikan kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 51 sebagai panduan belajar saja.

Disclaimer:

Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.(Salma Nuralifa Meida Hartanto)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.