Apa yang Dimaksud dengan Kompos dan Bagaimana Cara Membuatnya?

AKURAT.CO Kompos adalah salah satu jenis pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan.
Pembuatan kompos melibatkan proses dekomposisi bahan-bahan organik oleh mikroorganisme, yang menghasilkan pupuk kaya nutrisi.
Artikel ini akan membahas pengertian kompos, manfaatnya, serta cara membuatnya berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya lainnya.
Baca Juga: Usaha Laundry hingga Jualan Pupuk Kompos, Tengok 7 Bisnis Trend di 2022!
Pengertian Kompos
Kompos adalah hasil penguraian bahan-bahan organik seperti sisa makanan, daun-daunan, kulit buah, dan sampah pasar oleh mikroorganisme.
Proses ini menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kompos adalah pupuk campuran yang terdiri dari bahan organik yang telah membusuk dan bercampur dengan kotoran hewan.
Baca Juga: Riau Produksi 2 ton Kompos dari Sampah Organik
Manfaat Kompos
Kompos memiliki berbagai manfaat, baik bagi tanah, tanaman, maupun lingkungan:
- Meningkatkan Kesuburan Tanah: Kompos meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air dan menyediakan nutrisi penting bagi tanaman.
- Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme Tanah: Kompos menciptakan lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme tanah yang bermanfaat, yang membantu menguraikan bahan organik menjadi nutrisi yang mudah diserap tanaman.
- Mengurangi Timbulan Sampah: Pembuatan kompos mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga mengurangi polusi dan masalah kesehatan lingkungan.
- Meningkatkan Estetika Lingkungan: Penggunaan kompos dalam berkebun dan pertanian dapat meningkatkan keindahan lingkungan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berbahaya.
Baca Juga: Kepala BPPSDMP Ingatkan Penyuluh di Humbahas Maksimalkan Kompos
Cara Membuat Kompos
Proses pembuatan kompos melibatkan beberapa langkah penting:
-
Pemilahan Sampah
Pilah sampah organik dari sampah non-organik seperti plastik, kaca, dan logam. Sampah organik yang ideal adalah sampah yang masih segar untuk menghindari bau dan lalat. -
Penumpukan Sampah
Susun sampah organik pilihan ke dalam terowongan udara dari bambu yang berfungsi sebagai saluran udara. Siram air secara merata pada tumpukan sampah untuk memulai proses dekomposisi. -
Pemantauan Suhu
Pantau suhu tumpukan kompos selama 2-4 hari pertama. Suhu yang ideal berkisar antara 45-65°C. Suhu tinggi membantu membunuh biji tanaman yang tidak diinginkan, bibit penyakit, dan memperlunak bahan organik. Jika suhu terlalu tinggi, lakukan pembalikan untuk mendinginkan tumpukan. -
Pelapukan
Proses pelapukan berlangsung selama 35 hari, di mana bahan organik diuraikan oleh mikroorganisme. Selama proses ini, suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara perlu dijaga dengan melakukan pembalikan dan penyiraman air. -
Pematangan
Setelah proses pelapukan, kompos perlu dimatangkan selama 14 hari. Pantau suhu tumpukan kompos. Jika suhu tetap di bawah 45°C, kompos dianggap matang dan siap digunakan. -
Pemanenan
Kompos yang matang diayak untuk memisahkan butiran halus dan kasar, serta menghilangkan benda-benda yang tidak diinginkan. Butiran halus cocok untuk pot atau persemaian, sedangkan butiran kasar ideal untuk perkebunan.
Kesimpulan
Kompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses dekomposisi bahan-bahan organik oleh mikroorganisme.
Kompos memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan kesuburan tanah, mendukung aktivitas mikroorganisme tanah, dan mengurangi timbulan sampah.
Proses pembuatan kompos melibatkan pemilahan sampah, penumpukan, pemantauan suhu, pelapukan, pematangan, dan pemanenan.
Dengan memahami dan menerapkan cara pembuatan kompos, kita dapat berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







