Veronica Tan: Rencanakan Keluarga dengan Matang, Perempuan Kini Jadi Tulang Punggung

AKURAT.CO Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengajak masyarakat untuk mulai memandang perencanaan keluarga (family planning) sebagai pondasi utama dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.
Menurutnya, memiliki anak bukan sekadar soal jumlah, melainkan tentang kemampuan orangtua dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak secara optimal.
“Mau punya anak berapa pun, itu hak setiap orangtua. Tapi harus dipertimbangkan juga kemampuan ekonomi, serta tanggung jawab untuk memberikan kesetaraan bagi anak laki-laki maupun perempuan,” ujar Veronica dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).
Veronica menegaskan, keluarga berkualitas harus mampu memastikan anak-anak terbebas dari stunting melalui pemberian gizi yang cukup serta pengasuhan yang penuh kasih.
Dalam kesempatan itu, Veronica menyoroti perubahan peran perempuan di tengah dinamika sosial saat ini.
Ia menyatakan, banyak perempuan kini bukan hanya menjadi "tulang rusuk", tetapi juga "tulang punggung" keluarga.
Baca Juga: Mendiktisaintek Janji Formula Baru Tukin Dosen: Kami Pahami Beratnya Perjuangan Dosen Muda
“Kita lihat hari ini, banyak perempuan yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Mereka juga menjadi manajer keluarga tanpa pernah ada sekolahnya, tetapi terbukti mampu mengelola keluarga dengan baik,” ungkap Veronica.
Ia menambahkan, pekerjaan perempuan dalam rumah tangga selama ini kurang diakui sebagai profesi, padahal kontribusinya sangat nyata dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak-anak.
Karena itu, Veronica mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melibatkan peran perempuan minimal 30 persen dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan, guna memastikan suara perempuan turut mewarnai arah kebijakan daerah.
Suara senada datang dari Luh Setiyani, seorang ibu asal Desa Nagasepaha. Ia mengungkapkan harapannya agar perempuan di desanya bisa lebih berdaya secara ekonomi.
"Banyak ibu-ibu di desa kami yang menjadi tulang punggung keluarga. Kami harus mengurus anak, mengatur pendidikan mereka, sambil memastikan kebutuhan rumah tangga terpenuhi," kata Luh.
Ia yakin, dengan pemberdayaan yang lebih besar, perempuan di desanya akan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga: Bill Gates Akan Tinjau Program MBG di Indonesia, Pemerintah Diminta Gaet Dukungan Global
"Kalau perempuan sudah mampu menghasilkan, saya yakin anak-anak kami bisa sekolah lebih tinggi dan masa depan keluarga pun lebih cerah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








