Sebelum Menikah, Diskusikan Sejauh Mana Peran Calon Ayah dan Ibu

AKURAT.CO Biasanya hal ini jarang sekali didiskusikan bagi pasangan yang hendak menikah. Pasangan yang akan melangsungkan pernikahan biasanya sudah terlampau membayangkan betapa indahnya membangun rumah tangga bersama orang yang dicintai, pesta pernikahan yang seperti apa, dan bagaimana anak-anak mereka kelak lucu-lucu dan pintar-pintar tanpa pernah memperhatikan secara detail bagaimana peran mereka masing-masing sebagai orang tua terlepas apakah mereka memutuskan untuk memiliki anak atau tidak.
Baca Juga: Kenali Peran Ayah, Jangan Jadi 'Ada Tapi Tiada'
Mungkin ini bukan disebut sebagai pembagian tugas, karena jika kita menyebutnya pembagian tugas maka tidak akan ada yang namanya KETERSALINGAN dengan pasangan dalam hal parenting karena adanya pemisahan antara yang mana “Tugas Ayah” dan yang mana “Tugas Ibu.”
Padahal, dalam kenyataannya dalam berumah tangga apalagi mendidik anak, tidak ada yang namanya “Tugas Ayah” atau “Tugas Ibu” semata, kedua pasangan harus saling bahu membahu memberikan cinta dan kasih sayang pada anak mereka.
Walaupun mungkin memang tidak ada yang harus dipisahkan antara mana “Tugas Ayah” dan mana “Tugas Ibu,” kita tetap memerlukan penekanan beberapa peran pada garis besar yang sama namun dipisahkan pada detail yang berbeda, seperti misalnya; tugas ayah dan ibu adalah sama-sama memberikan nasihat namun seorang ibu biasanya akan memberikan nasihat yang berputar pada apa yang bisa diaplikasikan anak sehari-hari seperti adab, akhlak, budi pekerti, perilaku baik dan sopan santun.
Petuah-petuah yang bisa digunakan anak-anak untuk menjalankan kehidupannya sehari-hari. Dan frekuensi dari nasihat ibu biasanya “sering” atau setiap saat yang diperlukan untuk perkembangan dan pertumbuhan anak bukan hanya dari segi kemampuan, tapi juga dari segi akhlak.
Baca Juga: Peran Ayah Tentukan Masa Depan Generasi Bangsa
Di sisi lain, ayah juga memberikan nasihat, namun Ayah, Anda akan lebih bagus jika memberikan nasihat dengan frekuensi yang tidak terlampau sering contohnya lima kali dalam sebulan.
Walaupun frekuensi nasihat ayah lebih jarang ketimbang ibu, namun ayah akan memberikan nasihat dengan konteks yang lebih dalam berupa makna hidup, tujuan hidup, kepemimpinan, jiwa kesatria, prinsip hidup, dan lain sebagainya. Namun bukan berarti jika ayah memberikan nasihat pada anak dengan frekuensi lima kali dalam sebulan, tidak serta merta artinya hari-hari lain ayah tidak bonding dengan anak ya…
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








