Kasus Perceraian Masih Tinggi, Ini 8 Dampak Psikologis bagi Anak yang Sering Terjadi

AKURAT.CO Dampak perceraian orang tua pada anak menjadi perhatian serius di tengah maraknya isu perceraian yang kembali ramai di masyarakat.
Meski perceraian kerap dianggap sebagai solusi terakhir bagi pasangan yang mengalami konflik berat, sayangnya tidak sedikit yang lupa bahwa anak-anak adalah pihak paling terdampak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, tercatat sebanyak 399.921 kasus perceraian terjadi di Indonesia sepanjang tahun tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa perceraian masih menjadi fenomena sosial yang tinggi dan belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Perceraian bukan hanya memisahkan dua individu, tapi juga mengguncang stabilitas emosional anak yang terlibat.
Baca Juga: Perceraian Seleb TikTok Ruce Nuenda dan Aryo, Minta Maaf pada Anak
Anak-anak kerap kali merasa bingung, cemas, bahkan menyalahkan diri sendiri atas perpisahan orang tuanya.
Perceraian membawa dampak psikologis yang besar bagi anak-anak. Berikut ini delapan dampak psikologis perceraian yang perlu diketahui setiap orang tua:
Dampak Psikologis Perceraian Bagi Anak
1. Rasa Cemas dan Ketidakpastian
Anak sering kali kehilangan rasa aman saat mengetahui orang tuanya akan berpisah.
Mereka mulai mempertanyakan dengan siapa mereka akan tinggal, bagaimana hidup mereka ke depan, dan apakah kasih sayang orang tua akan berubah.
2. Gangguan Emosional
Anak-anak bisa mengalami kesedihan mendalam, perubahan suasana hati, dan stres berkepanjangan.
Beberapa bahkan menunjukkan gejala depresi atau kecemasan berlebih akibat situasi yang tidak mereka pahami sepenuhnya.
3. Penurunan Prestasi Akademik
Perubahan suasana di rumah bisa memengaruhi konsentrasi anak di sekolah.
Banyak anak yang mengalami penurunan nilai atau menjadi kurang aktif dalam kegiatan belajar.
4. Perubahan Perilaku
Sebagian anak menunjukkan perilaku agresif, menarik diri dari pergaulan, atau bahkan mulai membangkang sebagai bentuk reaksi terhadap perasaan tidak nyaman yang mereka alami.
5. Pandangan Negatif terhadap Hubungan
Anak yang tumbuh dalam situasi perceraian bisa memiliki pandangan pesimis terhadap pernikahan atau hubungan jangka panjang. Mereka bisa menjadi lebih sulit percaya pada komitmen.
6. Rasa Bersalah
Baca Juga: Respons Tingginya Angka Perceraian, Menag Usul Bab Pelestarian Perkawinan Masuk Revisi UU
Anak sering kali menganggap dirinya sebagai penyebab perceraian orang tua.
Perasaan ini bisa sangat membebani secara emosional jika tidak segera diluruskan dan ditangani secara bijak.
7. Kehilangan Figur Orang Tua
Setelah perceraian, biasanya anak tinggal dengan salah satu orang tua.
Minimnya interaksi dengan ayah atau ibu bisa mengganggu pembentukan karakter dan keseimbangan emosional anak.
8. Kesulitan Beradaptasi dengan Kehidupan Baru
Perceraian sering kali diikuti dengan pindah rumah, sekolah baru, hingga lingkungan sosial yang berbeda.
Semua perubahan ini menuntut anak untuk cepat beradaptasi, yang tidak selalu mudah dilakukan.
Isu perceraian memang kompleks, namun orang tua tetap memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas emosi dan kesejahteraan anak.
Memahami dampak perceraian pada anak adalah langkah awal untuk mencegah luka yang lebih dalam.
Baca Juga: Mendagri: Regulasi Baru Poligami untuk Lindungi Keluarga dan Cegah Perceraian
Dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan pendekatan yang penuh kasih sayang akan membantu anak melalui masa sulit ini dengan lebih kuat.
Itulah delapan dampak perceraian pada anak yang penting dipahami di tengah tingginya angka perceraian di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









