Akurat
Pemprov Sumsel

Bagaimana Cara Menghindari Sikap Ghadab dan Menumbuhkan Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan Sehari-Hari Sesuai Ajaran Rasulullah dengan Benar?

Sultan Tanjung | 10 April 2025, 12:30 WIB
Bagaimana Cara Menghindari Sikap Ghadab dan Menumbuhkan Sikap Kontrol Diri dalam Kehidupan Sehari-Hari Sesuai Ajaran Rasulullah dengan Benar?

AKURAT.CO Sikap ghadab atau kemarahan merupakan salah satu sifat yang kerap mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, ghadab dikategorikan sebagai sifat tercela karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami cara menghindari sikap ghadab dan menumbuhkan kontrol diri.

Artikel ini mengulas nasehat ulama dan cara praktis dalam mengatasi kemarahan sesuai tuntunan Islam.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mempromosikan Budaya Bangsa Indonesia dalam Dunia yang Terhubung? Inilah 10 Langkah Sederhana namun Berdampak Besar

Pengertian Ghadab

Ghadab berasal dari bahasa Arab yang berarti marah atau pemarah.

Menurut Syafiuddin dalam bukunya Aqidah Akhlak, ghadab adalah perasaan tidak senang dan panas hati yang timbul akibat suatu peristiwa.

Meski marah adalah sifat alami manusia, Islam menekankan pentingnya mengendalikan emosi tersebut agar tidak memicu perilaku yang merugikan.

Cara Menghindari Ghadab

1. Membaca Ta'awudz

Membaca kalimat ta’awudz "A’udzu billahi minasy-syaitanir-rajim" dapat meredam kemarahan dengan memohon perlindungan dari godaan setan, yang kerap memperkeruh emosi.

2. Berwudhu

Dalam hadits disebutkan bahwa marah berasal dari setan yang tercipta dari api, sedangkan air dapat memadamkannya.

Maka, berwudhu menjadi solusi menenangkan diri secara spiritual dan psikologis.

3. Mengubah Posisi

Jika sedang marah saat berdiri, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk duduk.

Bila belum reda, dianjurkan untuk berbaring. Ini adalah teknik sederhana namun efektif untuk meredakan emosi.

4. Diam dan Menjaga Ucapan

Dalam kondisi marah, diam adalah tindakan bijak. Menghindari berkata kasar atau menyakiti orang lain dapat mencegah penyesalan di kemudian hari.

5. Berzikir dan Shalat Sunnah

Berzikir serta melakukan shalat sunnah dapat menenangkan jiwa.

Sujud kepada Allah SWT saat marah adalah bentuk penyerahan diri dan sarana untuk mendapatkan ketenangan batin.

6. Merenungi Dampak Kemarahan

Memikirkan akibat buruk dari kemarahan, seperti merusak hubungan atau menyakiti sesama, bisa menjadi pengingat untuk tetap sabar dan tenang.

Baca Juga: Hetty Koes Endang Setia Nunggu Giliran Dikunjungi Anak-anak Saat Lebaran, Enggak Marah?

Menumbuhkan Sikap Kontrol Diri

1. Membangun Kesadaran Diri

Mengenali pemicu kemarahan merupakan langkah awal dalam mengontrol emosi.

Dengan mengenal situasi atau tindakan yang membuat kita marah, kita bisa menyiapkan respons yang lebih bijak.

2. Melatih Relaksasi dan Meditasi

Latihan seperti meditasi atau teknik relaksasi lainnya dapat membantu meredam stres, meningkatkan konsentrasi, dan membangun kesabaran.

3. Mengamalkan Nilai-Nilai Agama

Menghidupkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, terutama tentang kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri, menjadi fondasi kuat dalam menumbuhkan kontrol diri.

 

Menghindari ghadab dan menumbuhkan kontrol diri adalah bagian dari upaya membentuk akhlak mulia.

Dengan mengikuti nasehat ulama seperti membaca ta’awudz, berwudhu, menjaga lisan, serta meningkatkan ibadah, kita dapat mengelola emosi secara islami.

Disertai kesadaran diri dan pengamalan nilai-nilai agama, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih tenang, harmonis, dan berorientasi pada perbaikan diri secara berkelanjutan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.