Bidang Hubungan Internasional Berikut yang Tidak Dikembangkan oleh Indonesia Yaitu Apa Saja? Inilah 5 Hal Tersebut

AKURAT.CO Indonesia, sebagai negara dengan posisi strategis di Asia Tenggara, memegang peranan penting dalam dunia internasional.
Meski aktif dalam berbagai kerja sama global, terdapat beberapa bidang hubungan internasional yang belum dikembangkan secara optimal.
Artikel ini akan membahas bidang-bidang tersebut dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
1. Kerja Sama Militer yang Terbatas
Indonesia tidak secara aktif mengembangkan kerja sama militer berskala besar dengan negara lain.
Meskipun terdapat kolaborasi dalam isu pertahanan, penanganan terorisme, dan intelijen, pengembangan teknologi militer bersama serta latihan militer gabungan masih sangat terbatas.
Sikap ini sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri Indonesia yang menjunjung tinggi non-intervensi dan kedaulatan nasional.
2. Diplomasi Ekonomi yang Kurang Optimal
Dalam diplomasi ekonomi, Indonesia masih dinilai belum maksimal dalam menarik investasi asing maupun ekspansi pasar ekspor secara global.
Meski tergabung dalam forum perdagangan seperti AFTA, strategi promosi dan pemasaran internasional Indonesia belum sekompetitif negara lain.
Menurut buku Pembangunan Ekonomi oleh Dr. Herry Subagyo, peningkatan agresivitas diplomasi ekonomi sangat dibutuhkan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
3. Isu Lingkungan Hidup yang Belum Terintegrasi Maksimal
Keterlibatan Indonesia dalam perjanjian internasional seperti Paris Agreement sudah berjalan, namun implementasi di lapangan masih perlu ditingkatkan.
Proyek-proyek global untuk konservasi, pengurangan emisi karbon, dan kolaborasi lintas negara dalam penanganan perubahan iklim belum menunjukkan hasil signifikan.
LIPI menyoroti perlunya Indonesia meningkatkan komitmen konkret terhadap lingkungan hidup secara global.
4. Diplomasi Budaya yang Masih Terbatas
Kekayaan budaya Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal dalam diplomasi internasional.
Promosi budaya lebih banyak dilakukan melalui kegiatan seremonial, seperti festival, tanpa strategi jangka panjang.
Menurut Prof. Dr. Azyumardi Azra dalam bukunya Diplomasi Budaya, promosi seni, bahasa, dan warisan budaya dapat menjadi kekuatan lunak (soft power) yang efektif untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
5. Kerja Sama Teknologi yang Minim
Indonesia belum maksimal dalam menjalin kerja sama internasional di sektor teknologi, terutama dalam bidang digital, TIK, dan pengembangan inovasi.
Potensi kolaborasi dengan negara-negara maju dalam riset dan inkubasi teknologi masih minim.
Padahal, kerja sama ini penting untuk membangun daya saing digital Indonesia dalam era transformasi teknologi global.
Meski Indonesia aktif dalam berbagai kerja sama internasional, masih terdapat sejumlah bidang yang kurang dikembangkan, antara lain: kerja sama militer, diplomasi ekonomi, lingkungan hidup, diplomasi budaya, dan teknologi.
Untuk memperkuat posisi di kancah global, Indonesia perlu menyusun strategi yang lebih agresif, kolaboratif, dan terintegrasi.
Dengan demikian, kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dan kemajuan dunia akan semakin signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








