Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Peran Guru dalam Sistem ‘Among’ yang Diterapkan di Perguruan Taman Siswa? Inilah 6 Poin yang Akurat Tersebut

Moh.Apriawan | 18 Juni 2025, 10:30 WIB
Apa Peran Guru dalam Sistem ‘Among’ yang Diterapkan di Perguruan Taman Siswa? Inilah 6 Poin yang Akurat Tersebut

AKURAT.CO Mari kita bahas secara akurat inilah jawaban dari soal, apa peran guru dalam sistem ‘among’ yang diterapkan di perguruan taman siswa?

Sistem Among merupakan salah satu konsep pendidikan revolusioner yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara di Perguruan Taman Siswa.

Sistem ini menempatkan peserta didik sebagai pusat pendidikan dan mengedepankan pendekatan yang humanis, penuh kasih sayang, serta menghindari paksaan dan hukuman.

Dalam sistem ini, guru memiliki peran yang sangat strategis dan berbeda dari sistem pendidikan konvensional.

Artikel ini akan mengulas secara komprehensif peran guru dalam sistem Among berdasarkan kajian akademik dan sumber terpercaya.

Baca Juga: Sebutkan Unsur-unsur Penting dalam Pendidikan Karakter Anak dalam Konsep Catur Pusat Pendidikan Menurut Nyai Ahmad Dahlan

1. Guru sebagai Teladan (Ing Ngarsa Sung Tulada)

Dalam sistem Among, guru harus menjadi teladan bagi peserta didik. Prinsip Ing Ngarsa Sung Tulada mengajarkan bahwa guru berada di depan untuk memberikan contoh perilaku, sikap, dan etika yang baik.

Guru bukan hanya mengajar secara verbal, tetapi juga menunjukkan melalui tindakan nyata bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter dan bermoral.

Teladan ini mencakup disiplin, sopan santun, dan integritas yang menjadi panutan bagi siswa.

2. Guru sebagai Motivator dan Penggerak (Ing Madya Mangun Karsa)

Guru juga berperan sebagai motivator yang berada di tengah-tengah siswa untuk membangkitkan semangat dan inisiatif belajar.

Prinsip Ing Madya Mangun Karsa menekankan bahwa guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi, dan membuka ruang diskusi serta kreativitas.

Guru membantu siswa menemukan potensi dan minatnya dengan memberikan dorongan yang tepat.

Baca Juga: Siapakah Tokoh-Tokoh Pendidikan Internasional yang Mempengaruhi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan?

3. Guru sebagai Pendukung dan Fasilitator (Tut Wuri Handayani)

Prinsip Tut Wuri Handayani mengajarkan bahwa guru harus memberikan dorongan dan dukungan dari belakang agar siswa dapat berkembang secara mandiri.

Guru tidak memaksakan kehendak, melainkan memberikan kebebasan bergerak dan belajar sesuai dengan kodrat dan kemampuan siswa.

Namun, guru tetap siap memberikan arahan dan bimbingan bila diperlukan untuk menjaga arah perkembangan siswa agar tetap positif dan produktif.

4. Guru sebagai Pengayom dan Pendamping

Sistem Among menempatkan guru sebagai pengayom yang mendampingi perkembangan batin dan jasmani siswa.

Guru menjaga agar keadaan batin siswa tetap baik dengan memberikan perhatian, kasih sayang, dan perlindungan.

Guru tidak hanya mengajar secara akademis, tetapi juga membimbing moral dan karakter siswa agar tumbuh menjadi manusia merdeka yang bertanggung jawab.

5. Guru sebagai Pengelola dan Pengatur Proses Pembelajaran

Selain peran personal, guru juga bertindak sebagai manajer pembelajaran yang mengatur dan mengelola proses belajar mengajar secara efektif.

Guru merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa, menciptakan lingkungan yang kondusif, serta mengelola interaksi sosial dalam kelas agar tercipta suasana belajar yang harmonis.

Baca Juga: Sebutkan Unsur-unsur Penting dalam Pendidikan Karakter Anak dalam Konsep Catur Pusat Pendidikan Menurut Nyai Ahmad Dahlan

6. Implementasi Peran Guru dalam Praktik

Penelitian di SD Negeri 01 Mulyoharjo menunjukkan bahwa guru menerapkan prinsip Among dengan cara:

  • Memberikan contoh disiplin dan etika yang baik.

  • Membangkitkan motivasi belajar melalui metode yang menyenangkan dan interaktif.

  • Memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi dan berdiskusi.

  • Mendukung perkembangan potensi siswa dengan pendekatan personal dan penuh perhatian.

Kesimpulan

Peran guru dalam sistem Among yang diterapkan di Perguruan Taman Siswa sangatlah sentral dan multifungsi. Guru harus menjadi teladan, motivator, pendukung, pengayom, dan pengelola pembelajaran yang humanis dan penuh kasih sayang.

Dengan prinsip Ing Ngarsa Sung TuladaIng Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan mendampingi siswa agar tumbuh menjadi manusia merdeka yang bertanggung jawab dan berkarakter.

Sistem Among ini tetap relevan sebagai model pendidikan yang menempatkan siswa sebagai pusat dan mengedepankan pendekatan yang menghormati potensi serta kebebasan belajar anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.