Apa yang Dapat Dilakukan Sekolah untuk Meningkatkan School Well-being Menurut Konu dan Rimpela? Ini Jawabannya

AKURAT.CO Apa yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan School Well-being menurut Konu dan Rimpela? Ini jawabannya.
Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan adalah aspek krusial dalam dunia pendidikan, menjadi dasar utama untuk meningkatkan school well-being atau kesejahteraan di sekolah.
School well-being adalah penilaian subjektif individu terhadap sekolahnya dalam memuaskan kebutuhan dasar siswa, yang terdiri dari empat aspek utama menurut Konu dan Rimpela (2002): having (kondisi sekolah), loving (hubungan sosial), being (pemenuhan diri), dan health (status kesehatan).
Baca Juga: Penerima Manfaat Program MBG Terus Meningkat, Capai 5,2 Juta Orang per Hari Ini
Peningkatan school well-being dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental siswa.
Upaya Sekolah untuk Meningkatkan School Well-being
Menurut Konu dan Rimpela, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan school well-being siswa.
1. Meningkatkan Dimensi Having (Kondisi Sekolah)
Dimensi having berkaitan dengan kondisi fisik dan material tempat belajar yang membuat siswa merasa aman dan nyaman.
Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting untuk proses pembelajaran yang bermutu.
- Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman dan Aman: Sekolah perlu menyediakan fasilitas yang memadai dan kondusif, serta memastikan kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, keamanan, kerindangan, dan kekeluargaan (7K). Kondisi fisik sekolah, seperti ruang kelas yang nyaman, toilet yang bersih, dan area bermain yang memadai, memiliki dampak positif pada perasaan senang dan puas siswa.
- Menjamin Keamanan dan Ketersediaan Fasilitas: Menangani ancaman seperti intimidasi dan bullying adalah prioritas untuk menciptakan rasa aman. Ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar juga krusial, karena kekurangannya dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesehatan siswa.
2. Meningkatkan Dimensi Loving (Hubungan Sosial)
Dimensi loving mengacu pada kualitas hubungan sosial yang terjalin di sekolah, baik antar siswa, dengan guru, maupun dengan staf sekolah lainnya.
- Membangun Komunikasi Terbuka dan Positif: Sekolah perlu mendorong komunikasi yang terbuka antar seluruh warga sekolah. Hubungan interpersonal yang kooperatif antara guru dan siswa, serta antar sesama teman, sangat penting.
- Menangani Bullying dan Konflik: Bullying adalah indikator belum tercapainya kenyamanan dan keamanan siswa di sekolah. Peran bimbingan dan konseling (BK) sangat penting sebagai pusat pelayanan untuk mewujudkan kesehatan mental siswa di sekolah dan menciptakan hubungan sosial yang positif.
- Mendorong Partisipasi dalam Kegiatan Sosial: Keterlibatan siswa dalam kegiatan sekolah dan klub ekstrakurikuler merupakan faktor positif yang meningkatkan rasa bahagia mereka.
3. Meningkatkan Dimensi Being (Pemenuhan Diri)
Dimensi being berhubungan dengan pemenuhan diri dan pengembangan potensi siswa, termasuk prestasi akademik dan pengembangan keterampilan.
Sekolah perlu mendukung program-program yang berfokus pada self-actualization siswa.
- Menyediakan Tugas yang Menantang dan Mendukung Motivasi Belajar: Memberikan tugas yang menantang dapat meningkatkan school well-being. Lingkungan belajar yang baik dan sehat akan membentuk sikap positif siswa terhadap sekolah dan meningkatkan motivasi belajar.
- Mendukung Pengembangan Keterampilan dan Prestasi: Sekolah harus memfasilitasi pengembangan keterampilan (soft skill) siswa dan memberikan dukungan penuh. Program seperti olimpiade sains dan FLS2N, serta pembinaan karakter, dapat meningkatkan prestasi dan kesejahteraan siswa.
- Menerapkan Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa: Guru diharapkan menggunakan metode pembelajaran yang mendukung student-centered learning, sehingga siswa dapat menjadi partisipan aktif dan merasa senang belajar. Kreativitas guru dalam mengajar, termasuk penggunaan berbagai media dan penyesuaian metode belajar dengan kebutuhan siswa, sangat krusial.
4. Meningkatkan Dimensi Health (Status Kesehatan)
Dimensi health mencakup kesehatan fisik dan mental siswa, termasuk pencegahan masalah kesehatan.
Rimpela menyatakan bahwa peningkatan school well-being dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental siswa.
- Mendukung Program Kesehatan Sekolah: Sekolah perlu mendukung program-program yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan siswa, sehingga siswa dapat belajar dengan kondisi fisik dan jiwa yang sehat. Ini termasuk pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan, serta upaya pencegahan masalah seperti kecemasan akibat bencana.
- Peran Bimbingan dan Konseling: Bimbingan dan konseling (BK) berperan penting dalam mewujudkan kesehatan mental siswa, membantu siswa terhindar dari gangguan mental yang dapat mengganggu proses pembelajaran.
Secara keseluruhan, peningkatan school well-being memerlukan upaya menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan di sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, dan staf lainnya, dengan fokus pada empat dimensi Konu dan Rimpela untuk menciptakan lingkungan yang sejahtera bagi siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










