Akurat
Pemprov Sumsel

Bagaimana Refleksi Anda Tentang Praktik Kinerja Anda Selama Observasi Praktik Kinerja? Catat Jawaban PMM Lengkap dan Tepat

Shalli Syartiqa | 23 Juni 2025, 11:26 WIB
Bagaimana Refleksi Anda Tentang Praktik Kinerja Anda Selama Observasi Praktik Kinerja? Catat Jawaban PMM Lengkap dan Tepat

 

AKURAT.CO Bagaimana refleksi anda tentang praktik kinerja anda selama observasi praktik kinerja? Berikut jawaban PMM lengkapnya.

Refleksi tentang praktik kinerja selama observasi adalah langkah krusial dalam meningkatkan profesionalisme guru.

Proses ini memungkinkan guru untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang memerlukan peningkatan.

Panduan untuk evaluasi dan peningkatan kinerja guru tersedia di Platform Merdeka Mengajar (PMM), mempermudah guru dalam merancang strategi efektif untuk mendukung pembelajaran optimal.

Pentingnya Refleksi Praktik Kinerja

Refleksi praktik kinerja selama observasi bukanlah sekadar formalitas, melainkan proses yang bermanfaat untuk pengembangan profesional guru.

Proses ini memungkinkan guru untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Observasi langsung terhadap kinerja guru selama proses pengajaran di kelas merupakan alat yang efektif untuk mengevaluasi praktik mengajarnya.

Pertanyaan refleksi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana guru memahami efektivitas pendekatan mengajarnya untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Selain itu, refleksi membantu guru dalam mengidentifikasi masalah, menilai keberhasilan, dan merencanakan perbaikan untuk sesi pembelajaran berikutnya.

Fokus Perilaku dalam Refleksi Praktik Kinerja

Berdasarkan panduan PMM, terdapat delapan fokus perilaku yang menjadi dasar refleksi praktik kinerja selama observasi.

Guru diminta untuk menjabarkan refleksi mereka mengenai praktik kinerja selama observasi praktik kinerja dengan panjang kalimat maksimal 1000 karakter saat mengisi Dokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru di PMM 2024.

8 Fokus Perilaku dalam Refleksi Praktik Kinerja

1. Aktivitas Interaktif: Selama observasi, beberapa peserta didik belum optimal dalam menjalankan perannya di kelompok karena kurang termotivasi atau belum sepenuhnya dilibatkan dalam pembagian peran.

Perubahan yang dapat dilakukan adalah memberikan motivasi, dukungan, dan kesempatan kepada peserta didik untuk membagi peran sesuai keinginan agar mereka aktif dalam pembelajaran.

2. Penerapan Disiplin Positif: Peserta didik terkadang kurang aktif memberikan umpan balik dan beberapa mengganggu teman-teman.

Hal ini disebabkan guru yang tidak konsisten dalam memberikan penguatan positif. Ke depannya, guru akan lebih konsisten memberikan penguatan positif seperti pujian dan mendengarkan pandangan peserta didik dalam berdiskusi.

3. Keteraturan Suasana Kelas: Beberapa peserta didik masih kurang percaya diri karena guru belum membangun komunikasi positif yang menyenangkan dengan mereka.

Kemampuan manajemen kelas dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif belum maksimal. Guru akan memastikan pembelajaran di kelas terlaksana secara kondusif agar peserta didik merasa dihargai dan bermakna.

4. Perhatian dan Kepedulian: Banyak peserta didik yang belum aktif dalam menyampaikan pendapat karena kurangnya tanggapan positif dari guru. Guru akan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya dan memberikan apresiasi bagi yang berani.

5. Ekspektasi pada Peserta Didik: Masih banyak peserta didik yang belum mengetahui cita-cita dan harapan positif di masa depan.

Hal ini karena guru hanya mempedulikan peserta didik yang aktif, sementara yang kurang aktif terabaikan. Guru akan berinteraksi menanyakan cita-cita dan harapan positif kepada semua peserta didik di masa mendatang.

6. Instruksi yang Adaptif: Peserta didik sering bingung saat pembelajaran langsung dimulai tanpa penyesuaian materi dengan respons mereka.

Guru akan melakukan penyesuaian pembelajaran sesuai respons dan asesmen awal peserta didik untuk memenuhi karakteristik, kebutuhan, dan kondisi awal mereka.

7. Instruksi Pembelajaran: Peserta didik merasa bosan dan tidak paham materi karena penjelasan yang sulit dimengerti dan tidak dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Guru akan menampilkan visualisasi melalui media yang sesuai dan memberikan penjelasan konsep yang terkait dengan kehidupan sehari-hari agar peserta didik senang dalam proses pembelajaran.

8. Umpan Balik Konstruktif: Motivasi belajar intrinsik peserta didik masih kurang, dan mereka lebih senang bermain atau mengganggu teman saat pembelajaran. Ini terjadi karena guru fokus pada hasil akhir dan tidak memberi kesempatan perbaikan.

Guru akan memberikan umpan balik yang fokus pada proses atau usaha peserta didik dan menyediakan waktu untuk mendiskusikan umpan balik tersebut.

Cara Mengisi Dokumen Refleksi Tindak Lanjut di PMM

Pertanyaan refleksi ini muncul saat guru mengisi Dokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru di Platform Merdeka Mengajar (PMM) 2024. 

Dokumen refleksi tindak lanjut ini harus selalu didiskusikan dengan atasan untuk mengisi capaian, tantangan, dan upaya perbaikan.

Setelah membuat dokumen persiapan dan kepala sekolah menyetujuinya, guru dapat melanjutkan mengisi Dokumen Tindak Lanjut. Guru dapat menggunakan contoh jawaban yang dirangkum dari berbagai sumber sebagai referensi.

Itulah jawaban PMM lengkap mengenai praktik kinerja selama observasi praktik kinerja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.