Akurat
Pemprov Sumsel

Kendala Gangguan Teknis Lain Apa Saja yang Dialami Ibu Bapak Selama Menggunakan Sistem Ini? Cek Jawaban Lengkap Survei Pengelolaan Kinerja

Rahmat Ghafur | 9 Juli 2025, 13:15 WIB
Kendala Gangguan Teknis Lain Apa Saja yang Dialami Ibu Bapak Selama Menggunakan Sistem Ini? Cek Jawaban Lengkap Survei Pengelolaan Kinerja

AKURAT.CO Inilah jawaban terbaru mengenai pertanyaan kendala gangguan teknis lain apa saja yang dialami ibu bapak selama menggunakan sistem ini.

Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan bagian dari Survei Nasional Supervisi Pengelolaan Kinerja yang ditujukan kepada para guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan.

Untuk mempermudah proses pengisian, setiap butir refleksi dilengkapi dengan contoh atau referensi jawaban yang dapat dijadikan acuan oleh Bapak/Ibu dalam menjawab survei secara lebih mudah, tepat, dan terarah.

Baca Juga: Kendala/Hambatan Apa Saja yang Dialami Ibu/Bapak Selama Proses Penilaian Kinerja? Simak Inilah 6 Hal Tersebut

Jawaban Kendala Gangguan Teknis Lain Apa Saja yang Dialami Ibu Bapak Selama Menggunakan Sistem Ini

Guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan menghadapi berbagai tantangan dalam pengisian sistem penilaian kinerja.

Salah satu hambatan utama adalah gangguan teknis seperti sistem yang lambat, sulit diakses, atau error saat menyimpan data. Kondisi ini membuat proses menjadi tidak efisien dan menyita banyak waktu.

Selain itu, kegiatan penilaian kinerja membutuhkan alokasi waktu yang cukup besar, padahal guru tetap harus menjalankan tugas rutin seperti mengajar, menyusun perangkat ajar, dan menangani administrasi.

Akibatnya, penilaian kinerja sering dirasakan sebagai beban tambahan.

Masalah lain adalah kesenjangan literasi digital. Tidak semua guru memiliki keterampilan teknologi yang memadai.

Minimnya pelatihan atau pendampingan membuat sebagian guru merasa bingung dan khawatir melakukan kesalahan, terutama saat mengisi data yang bersifat administratif.

Sistem yang digunakan juga dinilai kurang fleksibel. Proses revisi data tidak selalu mudah, padahal di lapangan sering terjadi perubahan atau penyesuaian.

Beban administrasi yang berat pun menguras energi, sehingga fokus terhadap kegiatan pembelajaran menjadi terganggu.

Kurangnya sosialisasi dan pemahaman terhadap sistem penilaian juga menjadi kendala. Banyak guru masih kesulitan dalam navigasi sistem, terutama di daerah yang memiliki infrastruktur teknologi terbatas.

Internet lambat, perangkat yang tidak mendukung, dan keterbatasan listrik memperburuk situasi.

Beberapa guru juga merasa bahwa penilaian belum sepenuhnya objektif. Indikator yang terlalu umum dan tidak seragam antar penilai menimbulkan perbedaan hasil yang mencolok.

Hal ini dapat menurunkan motivasi dan semangat guru yang merasa tidak dihargai secara adil.

Di sisi lain, tekanan administratif yang berkepanjangan tanpa adanya apresiasi atau umpan balik membangun bisa berdampak negatif pada kondisi psikologis guru.

Stres dan kelelahan kerap muncul, terlebih jika guru merasa tidak didukung.

Terakhir, adaptasi terhadap metode pembelajaran baru juga tidak selalu berjalan mulus. Tidak semua guru siap beralih dari pendekatan konvensional tanpa pelatihan yang cukup.

Hal ini dapat menimbulkan rasa frustrasi dan ketakutan gagal memenuhi ekspektasi sistem.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D