Sejarah Internet, Teknologi Abad 20 yang Merevolusi Peradaban Dunia Digital
Eko Krisyanto | 22 Juli 2025, 07:00 WIB

AKURAT.CO Sejarah internet, sebagai teknologi abad ke-20 yang merevolusi peradaban dunia digital, bermula dari proyek militer Amerika Serikat pada akhir 1960-an dan berkembang pesat menjadi fondasi utama komunikasi global saat ini.
Internet pertama kali dikembangkan melalui proyek ARPANET oleh Advanced Research Projects Agency (ARPA) pada tahun 1969 yang dirancang untuk menghubungkan jaringan komputer di berbagai lembaga riset.
Internet adalah jaringan komunikasi global yang menghubungkan jutaan perangkat di seluruh dunia.
Internet asal mulanya dari ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) yaitu sistem jaringan komputer pertama yang memungkinkan pertukaran data secara real-time. Pada 29 Oktober 1969, pesan pertama dikirim dari UCLA ke Stanford melalui ARPANET.
Beberapa tokoh kunci seperti Leonard Kleinrock, Vinton Cerf, dan Robert Kahn menjadi arsitek awal pengembangan internet. Cerf dan Kahn bahkan menciptakan protokol komunikasi TCP/IP pada tahun 1970-an, yang menjadi standar utama bagi jaringan internet modern.
Meskipun berakar di Amerika Serikat, internet mulai menyebar secara global pada awal 1990-an dengan diperkenalkannya World Wide Web oleh Tim Berners-Lee dari CERN pada tahun 1989. Seiring perkembangan browser pertama, seperti Mosaic dan Netscape Navigator, internet mulai merambah ke rumah-rumah, sekolah, dan bisnis di seluruh dunia.
Karena internet telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari komunikasi, pendidikan, bisnis, hingga hiburan. Menurut laporan National Science and Media Museum, internet menjadi penghubung utama dalam ekosistem digital, mempercepat pertukaran informasi dan menciptakan dunia tanpa batas geografis.
Kini, lebih dari 5 miliar orang terhubung melalui internet. Platform media sosial, e-commerce, hingga layanan digital seperti cloud computing dan AI tumbuh dari infrastruktur ini.
Dilansir dari History.com, para ahli menyatakan bahwa “internet tidak hanya mengubah cara manusia berinteraksi, tetapi juga mempercepat proses demokratisasi informasi.”
Internet bukan sekadar teknologi.
Internet adalah faktor utama perubahan peradaban. Dari sebuah proyek militer tertutup menjadi sarana publik yang membentuk budaya global, sejarah internet menandai dimulainya era baru yang mengandalkan keterhubungan, inovasi, dan informasi.
Masa depan digital yang kita jalani hari ini tak lepas dari jejak revolusi yang dimulai lebih dari setengah abad lalu.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








