Meliza Maria Rilis Buku Baru “Tidak Berdiri Sendiri,” Kisah Tentang Menyusun Puzzle Seperti Menata Kehidupan

AKURAT.CO Penulis Meliza Maria kembali menelurkan karya terbarunya melalui buku berjudul “Tidak Berdiri Sendiri.”
Ini merupakan karya keduanya setelah novel perdananya “Aku dan Bintang” terbit pada 2023 lalu.
“Tidak Berdiri Sendiri” resmi diluncurkan di toko buku Kinokuniya, Grand Indonesia Jakarta pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Buku setebal 348 halaman ini berkisah tentang seorang bernama Lilith, dengan kecintaaannya kepada puzzle yang mendalam.
Baca Juga: Arto Biantoro Rilis Buku Namanya Apa? 337 Brand Lokal Hiasi Sampulnya
Di mata Lilith, puzzle bukanlah sekadar gambar yang dipotong-potong, bukan pula permainan seorang anak kecil.
Dalam pandangan penulis, puzzle adalah sebuah kepingan peristiwa dalam kehidupan yang harus ditata, dibentuk untuk mendapatkan gambar yang utuh.
Buku ini tidak hanya menyajikan kisah yang memotivasi, namun juga memberikan pemahaman tentang bagaimana kita harus berfokus kepada sebuah tujuan, mengelolanya dan menciptakan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka tahu arti sebuah tujuan dan harus menyelesaikannya.
Sebagai penulis, Meliza Maria mengungkapkan bahwa buku ini ditulis dengan sangat emosional. Banyak peristiwa dalam kehidupan dan interaksinya dengan permainan kepingan ini hadir.
Melalui media puzle, Meliza Maria mampu menggabungkan antara bacaan, ilmu psikologi, pengamatan, pemikiran dan juga pengalaman hidupnya menjadi sebuah cerita perjalanan yang apik. Bahkan dalam penutup penulis ingin mengajak setiap orang untuk mau bermain puzzle.
"Permainan ini membuatku mengenal diriku sendiri dengan cara yang sangat menyenangkan. Untuk itu aku tahu, aku harus terus merangkai kepingan,” kata Meliza yang memang suka puzzle sejak kecil.
Dia menyampaikan, hasil karyanya ini cukup berarti untuk dibaca para pelajar, khususnya SMA ke atas. Sebab ada pesan yang terselip dalam bukunya tersebut. “Hargai setiap keping, lalu pahami dan taruh di tempat yang betul. Buku ini juga boleh diartikan sebagai permainan, boleh diartikan sebagai kehidupan,” tuturnya.
Dalam menggarap “Tidak Berdiri Sendiri,” Meliza hanya butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan draft-nya. “Kalau sampai jadi buku seperti ini, waktunya sekitar delapan bulan. Kalau buku pertama lebih sulit, hampir satu tahun mengerjakannya,” tutur ibu tiga anak ini seraya menambahkan ada sebuah cerita yang jadi tantangan, namun bukan soal puzzle.
Baca Juga: Cocok Atasi Penat Lewat Game Puzzle Pipe Mania di RCTI+
Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan psikologi saat di bangku kuliah, dia menilai bahwa puzzle ibarat kehidupan seseorang.
“Sehari-hari kita kurang lebih kaya main puzzle, nyusun keping yang enggak tahu gimana, tapi lama-lama akan tahu. Harapannya, semoga orang-orang bisa menemukan apa yang saya temukan karena bermain puzzle itu menyenangkan,” kata Meliza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









