Bagaimana 'Pancasila' Menjadi Nama Dasar Negara Indonesia? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!

AKURAT.CO Pada 1 Juni 1945, di tengah sidang BPUPKI, sebuah istilah muncul yang kemudian menjadi identitas ideologis bangsa: Pancasila. Siapa yang tepatnya “memberi nama” itu—Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, atau tokoh lain—sering menjadi pertanyaan. Intinya: nama Pancasila pertama kali dikemukakan secara publik oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya pada sidang BPUPKI, tapi prosesnya melibatkan beberapa tokoh dan catatan sejarah menyimpan sedikit nuansa tentang siapa yang mengusulkan apa.
Latar: Sidang BPUPKI dan Momen 1 Juni 1945
Menjelang akhir Perang Pasifik, Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Sidang pertama BPUPKI berlangsung di gedung Chuo Sangi In (sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat), tempat banyak tokoh mengemukakan gagasan dasar negara.
Di sinilah Soekarno mendapat kesempatan menyampaikan gagasan tentang dasar negara yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila.
Soekarno dan Kata Pancasila: Ucapan yang Bersejarah
Dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menjabarkan lima asas yang menurutnya harus menjadi dasar negara. Soekarno sendiri bersaksi bahwa istilah itu dipilih setelah mempertimbangkan beberapa opsi—termasuk “Panca Dharma”—dan bahwa pilihan kata Pancasila datang dengan bantuan seorang teman ahli bahasa.
Kutipan langsung yang terkenal dari sumber-sumber sejarah berbunyi:
"Namanya bukan Panca Dharma tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi," kata Bung Karno.
Soekarno kemudian menjelaskan visi filosofisnya lebih panjang—ia menegaskan bahwa Pancasila adalah Weltanschauung yang telah berkobar di dadanya selama puluhan tahun, dan menggarisbawahi perlunya perjuangan agar gagasan itu menjadi kenyataan. (Kutipan panjang pidato “Lahirnya Pancasila” sering dikutip dalam literatur sejarah).
Mohammad Yamin, Soepomo, dan Nuansa Sejarah: Siapa yang “Mengusulkan” Nama?
Sejarah penamaan ini tidak sepenuhnya hitam-putih. Beberapa sumber dan buku sejarah menyebutkan bahwa Mohammad Yamin—seorang politisi dan ahli sastra—memiliki peran penting dalam perumusan dasar negara dan ada catatan yang menyatakan Yamin memberi gagasan nama atau istilah yang mendekati Pancasila.
Dalam beberapa pengakuan, Soekarno menerima masukan dari Yamin atau mengakui kontribusinya terhadap perumusan dasar tersebut. Jadi, meskipun Soekarno-lah yang mempopulerkan dan mengucapkan kata Pancasila secara formal di sidang, ada klaim bahwa Yamin ikut berperan dalam proses penamaan.
Soepomo juga memberi kontribusi rumusan yang berbeda (dengan istilah seperti Dasar Negara Indonesia Merdeka) sehingga gagasan dasar negara pada masa itu merupakan hasil dialog beberapa tokoh besar yang disatukan lewat mekanisme BPUPKI dan Panitia Sembilan.
Dari Usulan ke Rumusan: Panitia Sembilan dan Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
Setelah pidato Soekarno, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan kembali gagasan tersebut menjadi dasar hukum yang lebih mantap.
Hasil akhir akhirnya dimuat dalam Pembukaan UUD 1945—tepatnya alinea keempat, yang memuat pokok-pokok yang kemudian dipahami sebagai rumusan Pancasila. Secara konstitusional, inilah titik di mana kelima asas tersebut menjadi dasar negara yang sah.
Untuk memudahkan pemindaian: rumusan Pancasila yang tercantum pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah:
-
Ketuhanan Yang Maha Esa
-
Kemanusiaan yang adil dan beradab
-
Persatuan Indonesia
-
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
-
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kenapa Ada Perdebatan?
Perdebatan muncul karena proses historisnya kolektif: banyak tokoh menyumbang gagasan—Soekarno yang mengemukakan istilah secara publik, Yamin dan Soepomo yang merumuskan dan memberi sumbangsih.
Dalam kajian sejarah, “memberi nama” tidak selalu berarti satu orang saja: Soekarno jadi tokoh yang mencetuskan dan mengenalkan istilah Pancasila di forum resmi, sehingga publik mengasosiasikannya padanya, sementara rekam jejak dan buku-buku sejarah juga menyinggung peran tokoh lain seperti Yamin.
Mengapa Ini Penting untuk Kita Sekarang?
Penamaan Pancasila bukan sekadar masalah etimologi: itu adalah momen ketika nilai-nilai dasar bangsa dirumuskan dan mendapat legitimasi konstitusional.
Mengetahui siapa yang terlibat membantu kita memahami bahwa Pancasila lahir dari proses diskusi, kompromi, dan pemikiran bersama—bukan ide tunggal yang muncul dari ruang hampa. Lini sejarah ini juga mengingatkan betapa pentingnya narasi kolektif dalam pembentukan negara.
Kesimpulan singkat
Secara ringkas: Ir. Soekarno adalah tokoh yang pertama kali mengemukakan dan menamakan gagasan dasar negara dengan istilah Pancasila dalam pidato 1 Juni 1945, di sidang BPUPKI.
Namun, proses perumusan adalah kolaboratif—Mohammad Yamin dan Soepomo termasuk tokoh yang juga memberi kontribusi rumusan dan istilah pada mulanya, sehingga klaim penamaan kadang muncul dari sisi yang berbeda pada catatan sejarah. Untuk kejelasan konstitusional, rumusan yang kita pakai tercantum di alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Baca Juga: Nilai Apa Saja yang Ada dalam One Piece yang Selaras dengan Nilai-nilai Pancasila?
Baca Juga: Sejarah BPUPKI: Langkah Awal Menuju Kemerdekaan dan Lahirnya Pancasila
FAQ
1. Siapa sebenarnya yang memberi nama dasar negara Pancasila?
Ir. Soekarno adalah tokoh yang pertama kali menyebut istilah Pancasila dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 di sidang BPUPKI. Namun, beberapa catatan sejarah juga menyebut peran Mohammad Yamin sebagai tokoh yang ikut memberi masukan dalam pemilihan istilah tersebut.
2. Kapan istilah Pancasila pertama kali digunakan?
Istilah Pancasila pertama kali digunakan secara resmi oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, saat menyampaikan gagasan dasar negara di sidang BPUPKI.
3. Apa hubungan Mohammad Yamin dengan Pancasila?
Mohammad Yamin adalah politisi, sastrawan, dan ahli bahasa Sansekerta. Ia menjadi salah satu perumus dasar negara dan disebut-sebut sebagai tokoh yang mengusulkan nama Pancasila kepada Soekarno.
4. Mengapa ada perdebatan soal siapa yang memberi nama Pancasila?
Perdebatan muncul karena proses perumusan dasar negara bersifat kolektif. Soekarno yang mengucapkan istilah Pancasila secara formal, tetapi tokoh lain seperti Mohammad Yamin dan Soepomo juga memiliki kontribusi dalam gagasan dan istilah yang mendasarinya.
5. Di mana istilah Pancasila tercantum dalam konstitusi Indonesia?
Rumusan Pancasila secara resmi tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yang menjadi dasar negara Indonesia hingga saat ini.
6. Apa makna kata Pancasila?
Secara bahasa, Panca berarti lima, dan Sila berarti asas atau dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









