Akurat
Pemprov Sumsel

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 62-64 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 3 Berdiskusi

Rahmat Ghafur | 16 September 2025, 20:15 WIB
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 62-64 Kurikulum Merdeka: Kegiatan 3 Berdiskusi

AKURAT.CO Simak kunci jawaban untuk pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 Kurikulum Merdeka pada halaman 62–64 yang membahas Kegiatan 3: Berdiskusi.

Pada bagian ini, siswa diminta untuk menganalisis cerpen berjudul “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang.

Baca Juga: Soal PTS PJOK Kelas 6 Semester 1 Kurikulum Merdeka 2025 dan Kunci Jawaban Lengkap

Melalui kegiatan diskusi, siswa diajak untuk menggali makna cerita, mengidentifikasi tokoh dan latarnya, serta memahami kosakata yang digunakan dalam teks.

Untuk mendukung proses belajar, berikut disajikan kunci jawaban lengkap yang disusun berdasarkan isi cerpen dan petunjuk dari buku teks Bahasa Indonesia kelas 11 Kurikulum Merdeka.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 62-64

Kegiatan 3 Berdiskusi dan Menjawab pertanyaan berdasarkan cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” karya Faisal Oddang.

Setelah kalian membaca cerpen tersebut di atas, buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Setelah itu, diskusikan dan jawablah pertanyaan di bawah ini.

1. Berdasarkan ciri-ciri sebuah cerpen, jelaskan apakah cerpen “Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon” sudah memenuhi ciri-ciri cerpen?

Jawablah dengan melengkapi tabel di bawah ini!

Jawaban:

1. Jumlah kata: Jumlah kata kurang dari 10.000

2. Waktu membaca: Diperlukan waktu membaca kurang dari 10 menit.

3. Tokoh: Tokoh terfokys pada Ustaz Samsuri sebagai tokoh utama.

4. Jumlah peristiwa atau konflik: Hanya berisi satu kejadian penting yaitu Ustaz Syamsuri harus kembali mengangkat senjata karena kedatangan Belanda dan pembunuhan oleh Westerling.

2. Temukan arti kosakata di bawah ini dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia!

Jawaban:

a. Debat: pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing

b. Merubut: berkumpul

c. Moncong: bagian benda yang mempunyai fungsi dan bentuk seperti mulut yang panjang

d. Popor: tangkai bedil; gagang senapan

e. Langgar: masjid kecil tempat mengaji atau bersalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jumat; surau; musala

f. Laknatullah: yang dilaknat oleh Tuhan

g. Hijaiyah: aksara Arab

h. Gugur: mati dalam pertempuran

i. Bias: bayangan

j. Ajal: kematian

k. Kekang: berhubungan dengan tali

l. Pendiangan: perapian

m. Kacau balau: sangat kacau

n. Dicampakkan: dibuang begitu saja

o. Syahid: mati di jalan Allah

p. Tuberkulosis: jenis penyakit berkaitan dengan paru-paru.

3. Berdasarkan cerpen di atas jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

a. Berdasarkan analisis tokoh dan penokohannya, mengapa Ustaz Syamsuri disebut tokoh utama dan Rahing adalah tokoh pendukung? Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!

Jawaban: Bukti Ustad Syamsuri merupakan tokoh utama karena ia sering muncul dalam cerita dan konflik dalam cerpen terpusat kepadanya.

Tokoh Rahing merupakan peran pendukung karena hanya beberapa kali tampil dalam cerita dan pusat konflik tidak terletak padanya.

b. Identifikasilah beberapa latar tempat yang menjadi latar dari cerpen dan cobalah temukan dalam peta dengan menggunakan Google Map! Bagaimana jarak antara satu tempat dan tempat lain?

Jawaban: Latar tempat seperti Makassar, Parepare, dan Wajo.

c. Mengapa latar waktu pada cerpen tersebut terjadi pada seputar peristiwa memperebutkan kemerdekan Indonesia? Jelaskan disertai bukti yang mendukung!

Jawaban: Latar waktu pada cerpen tersebut adalah tahun 1946-1947. Tahun ini berarti Indonesia masih berumur dua tahun.

d. Pada cerpen di atas terdapat kutipan, “Kita harus sadar diri, Ustad.” Siapakah yang mengatakan kalimat tersebut dan kepada siapa dia mengatakan hal itu. Jelaskan maksud dari kalimat tersebut berdasarkan konteks cerita tersebut di atas?

Jawaban: Yang mengatakan "Kita harus sadar diri, Ustad" adalah Rahing kepada Ustad Syamsuri. Ia mengatakan hal itu karena dari segi senjata, peralatan, serta jumlah pasukan yang dipimpin Ustad Syamsuri kalah dibandingkan pasukan DST-KNIL pimpinan Westerling.

e. Pada cerita pendek di atas juga ada kutipan, Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal. Siapakah yang mengatakan hal tersebut dan jelaskan maksud kutipan tersebut berdasarkan konteks cerita tersebut di atas?

Jawaban: Yang mengatakan pernyataan itu adalah Ustad Syamsuri. Ia mengatakan perkataan tersebut lantaran sebelum maut menjemput dirinya tak akan menyerah kepada Belanda.

f. Mengapa Ustad Syamsuri akhirnya angkat senjata melawan Belanda?

Jawaban: Ustad Syamsuri akhirnya angkat senjata melawan Belanda karena kematian istri dan anaknya. Keduanya meninggal dunia karena digranat oleh Belanda.

g. Mengapa Westerling disebut sebagai Si Jagal dari Turki?

Jawaban: Westerling disebut Si Jagal dari Turki karena menjadi pimpinan pasuksn DST-KNIL.

h. Bagaimana pendapatmu akan sikap Rahing yang memilih menyelamatkan istrinya dahulu dari pada berangkat melawan Belanda?

Jawaban: Menurut saya, Rahing menunjukkan cinta dan tanggungjawab untuk melindungi keluarganya.

i. Pada cerita pendek di atas terdapat kutipan, “Sebaik­baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya,” lanjut Rahing terisak. Siapakah yang dimaksud oleh Rahing tentang manusia yang baik dan telah memberi manfaat bagi sesamanya itu? Jelaksan alasan Rahing sehingga dia mengatakan hal tersebut!

Jawaban: Yang dimaksud oleh Rahing adalah Ustad Syamsuri. Rahin mengatakan Ustad Styamsuri adalah orang yang penuh manfaat bagi sesama karena perjuangannya dalam memerangi penjajah dan membela kemerdekaan Indonesia.

j. Bagaimana akhir kisah hidup Ustad Syamsuri?

Jawaban: Ustad Syamsuri akhirnya meninggal dunia karena tuberkulosis di Onderafdeling Wajo setelah berhasil melarikan diri dari peristiwa penembakan dan pengejaran oleh Belanda di Bacukikki.

Ia meninggal beberapa saat setelah Jenderal Simon Spoor menghentikan darurat perang di Sulawesi Selatan pada bulan kedua tahun 1947.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D