Ramai Petisi Tolak Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, Ribuan Siswa Tuntut Pembatalan Ujian

AKURAT.CO Gelombang protes muncul dari kalangan pelajar jelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Seorang siswa dengan nama akun siswa agit membuat petisi di laman change.org menuntut pembatalan TKA yang rencananya digelar pada November 2025.
Petisi tersebut dibuat pada Ahad, 26 Oktober 2025, dan langsung menarik perhatian publik. Berdasarkan pantauan Akurat.co pada Senin, 27 Oktober 2025 pukul 22.42 WIB, petisi itu sudah ditandatangani oleh lebih dari 100.489 orang. Jumlah tanda tangan terus bertambah seiring meningkatnya keresahan siswa dan orang tua terhadap kebijakan baru ini.
“Sistem Ini Menambah Tekanan bagi Siswa dan Siswi”
Dalam keterangan yang disertakan di laman petisi, siswa agit mengaku sebagai salah satu pelajar yang akan menghadapi TKA 2025. Ia menilai sistem ini memberatkan karena tidak sesuai dengan kurikulum yang sebelumnya diterapkan di sekolahnya.
“Sistem ini menambah tekanan bagi siswa dan siswi,” tulisnya dalam petisi tersebut.
Menurutnya, sekolahnya semula menerapkan Kurikulum Merdeka, yang tidak mencantumkan TKA sebagai bagian dari penilaian akademik. Namun, pemerintah tiba-tiba memberlakukan TKA sebagai syarat penting dalam seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jalur prestasi 2026.
Persiapan Singkat dan Kisi-Kisi Terlambat
Siswa agit juga menyoroti sejumlah persoalan teknis dalam pelaksanaan TKA 2025. Salah satunya adalah pengesahan kebijakan yang mendadak, tanpa pemberitahuan yang cukup bagi sekolah dan siswa di tingkat SMA.
TKA untuk jenjang SMA disebut pertama kali dikabarkan dan diresmikan pada 8 Juni 2025, lalu ditetapkan secara resmi melalui dokumen “Salinan Perkaban Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen TKA SMA/MA dan SMK/MAK” pada 14 Juli 2025.
Dari penetapan tersebut, para guru dan siswa hanya memiliki waktu 112 hari (sekitar 3,5 bulan) untuk mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan TKA dimulai pada awal November.
“Akibatnya, perkiraan soal baru dirancang kembali oleh para guru setelah Simulasi TKA Online pertama,” tulisnya lagi.
Selain itu, Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen baru mulai menyelenggarakan Simulasi TKA Online secara resmi pada 6 Oktober 2025, yang artinya hanya berselang kurang dari satu bulan dari jadwal ujian utama. Hal ini dinilai terlalu mepet bagi siswa yang harus menyesuaikan diri dengan format soal baru.
Kisi-Kisi Tidak Akurat dan Materi Terlalu Luas
Masalah lain yang disoroti adalah kisi-kisi soal yang dinilai tidak akurat. Setelah dokumen kisi-kisi dibagikan pada Juli 2025, banyak guru bimbingan belajar mencoba memperkirakan bentuk soal yang akan keluar. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan simulasi resmi dari Pusmendik.
Siswa agit menuturkan, para guru akhirnya harus menyusun ulang prediksi soal setelah simulasi pertama selesai. Di sisi lain, cakupan materi yang sangat luas membuat siswa kesulitan menebak jenis soal yang akan muncul.
“Keadaan itu membuat dirinya tidak bisa memperkirakan soal-soal yang mungkin muncul,” tulis keterangan petisi tersebut.
Jadwal dan Tahapan Pelaksanaan TKA 2025
Sebagai informasi, Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan sistem penilaian capaian akademik yang ditujukan bagi siswa di tahun terakhir setiap jenjang pendidikan. Untuk tahap pertama, TKA 2025 dijadwalkan berlangsung pada 3–9 November 2025.
Sebelum ujian utama dimulai, pemerintah menjadwalkan dua tahap persiapan besar:
-
Simulasi TKA Online: dimulai pada 6 Oktober 2025
-
Gladi bersih nasional: digelar serentak di seluruh Indonesia pada 27–30 Oktober 2025
Kedua tahap itu bertujuan membantu siswa beradaptasi dengan sistem dan format ujian baru, meski banyak pihak menilai waktunya terlalu singkat untuk persiapan maksimal.
Orang Tua dan Guru Turut Suarakan Kekhawatiran
Selain siswa, para orang tua juga mulai bersuara. Banyak yang khawatir nilai TKA anak-anak mereka akan rendah karena sistem yang masih belum stabil. Sebelumnya, sistem sempat mengalami gangguan (eror) saat gladi bersih dilakukan, membuat kepercayaan terhadap kesiapan teknis TKA makin menurun.
Beberapa guru pun mengakui bahwa perubahan mendadak ini membuat mereka kesulitan menyesuaikan metode belajar. Kurangnya sosialisasi dan waktu adaptasi menjadi keluhan utama di kalangan tenaga pendidik.
Gelombang Dukungan Terus Mengalir
Dalam waktu kurang dari dua hari, dukungan terhadap petisi yang dibuat oleh siswa agit terus meningkat. Ribuan pelajar, orang tua, hingga pegiat pendidikan ikut menandatangani petisi di change.org, menandakan keresahan yang meluas terhadap sistem TKA yang dianggap tergesa-gesa diterapkan.
Banyak di antara mereka menilai bahwa kebijakan ini tidak mempertimbangkan kesiapan psikologis dan akademik siswa, terutama bagi yang baru menyesuaikan diri dengan kurikulum Merdeka.
Penutup
Kontroversi seputar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan adanya kebutuhan evaluasi kebijakan pendidikan nasional, terutama dalam hal komunikasi, kesiapan teknis, dan keseimbangan beban akademik siswa.
Sampai saat ini, petisi pembatalan TKA masih terbuka dan terus bertambah tanda tangannya. Masyarakat berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi siswa dan menemukan solusi terbaik agar proses evaluasi pendidikan berjalan adil, transparan, dan manusiawi.
Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar kebijakan TKA dan pendidikan nasional, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Kapan Pelaksanaan TKA 2025? Cek Jadwal SMA, SMK, SMP, dan SD
Baca Juga: 30 Contoh Soal TKA Matematika SMA 2025 Lengkap dengan Pembahasan dan Kunci Jawaban
FAQ
1. Apa itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?
Tes Kemampuan Akademik atau TKA adalah sistem penilaian capaian akademik bagi siswa di tahun akhir jenjang pendidikan. Ujian ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif siswa dalam berbagai bidang pelajaran sebagai bagian dari evaluasi nasional.
2. Kapan pelaksanaan TKA 2025 dijadwalkan?
Pelaksanaan TKA 2025 akan digelar pada 3–9 November 2025. Sebelum ujian utama, pemerintah juga mengadakan Simulasi TKA Online mulai 6 Oktober 2025, serta gladi bersih nasional pada 27–30 Oktober 2025.
3. Siapa yang membuat petisi pembatalan TKA 2025?
Petisi tersebut dibuat oleh seorang siswa dengan nama akun “siswa agit” di laman change.org pada Ahad, 26 Oktober 2025. Ia mengaku sebagai salah satu pelajar yang akan mengikuti TKA dan merasa sistem tersebut menambah tekanan bagi siswa.
4. Mengapa siswa agit menolak pelaksanaan TKA 2025?
Ada beberapa alasan utama:
-
Kebijakan TKA muncul secara mendadak tanpa sosialisasi yang memadai.
-
Kisi-kisi soal baru dibagikan pada Juli 2025, terlalu dekat dengan jadwal ujian.
-
Persiapan hanya sekitar 112 hari (3,5 bulan) sejak penetapan resmi.
-
Materi ujian dianggap terlalu luas dan sulit diprediksi.
-
Simulasi online dan gladi bersih berlangsung terlalu mepet dengan ujian utama.
5. Berapa banyak orang yang telah menandatangani petisi ini?
Hingga Senin, 27 Oktober 2025 pukul 22.42 WIB, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 100.489 orang. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya perhatian publik terhadap isu ini.
6. Apa dasar hukum penetapan TKA 2025?
TKA diatur dalam dokumen “Salinan Perkaban Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen TKA SMA/MA dan SMK/MAK” yang ditetapkan pada 14 Juli 2025. Dokumen ini menjadi pedoman pelaksanaan ujian di seluruh jenjang SMA sederajat.
7. Apa kaitan TKA dengan seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN)?
Nilai TKA digunakan sebagai salah satu syarat dalam seleksi PTN jalur prestasi 2026. Artinya, hasil TKA dapat mempengaruhi peluang siswa untuk diterima di perguruan tinggi negeri favorit.
8. Bagaimana reaksi orang tua dan guru terhadap kebijakan TKA?
Banyak orang tua khawatir anak-anaknya akan memperoleh nilai rendah akibat sistem yang masih belum stabil. Para guru juga mengaku kesulitan menyesuaikan diri dengan format baru karena waktu persiapan yang singkat dan sosialisasi yang minim.
9. Apa tanggapan pemerintah terhadap protes ini?
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait petisi tersebut. Namun, publik menantikan klarifikasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) maupun Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) terkait pelaksanaan dan kesiapan sistem TKA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









