Akurat
Pemprov Sumsel

Riset Ungkap 81 Persen Siswa SD Alami Peningkatan Literasi Dasar Lewat Menulis Tangan di Atas Kertas

Leo Farhan | 30 Oktober 2025, 22:53 WIB
Riset Ungkap 81 Persen Siswa SD Alami Peningkatan Literasi Dasar Lewat Menulis Tangan di Atas Kertas

AKURAT.CO Di tengah gempuran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah cara belajar anak, kegiatan menulis tangan di atas kertas kembali mendapat perhatian serius. Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mengembalikan pelajaran menulis tangan di sekolah dan mendorong penyediaan buku tulis gratis bagi siswa.

Sejalan dengan arahan tersebut, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, SiDU (Sinar Dunia), dan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) melakukan penelitian bertajuk “Pengaruh Aktivitas Menulis di atas Kertas terhadap Kemampuan Literasi Peserta Didik Sekolah Dasar.”

Studi ini melibatkan 2.293 siswa kelas 4 dan 5 SD di Jakarta dan sekitarnya, dan menemukan bahwa 81% peserta mengalami peningkatan kemampuan literasi signifikan setelah rutin menulis tangan menggunakan modul dari Akademi Ayo Menulis SiDU.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Murniati Agustian, M.Pd., menjelaskan pihaknya mendorong guru, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk memberi ruang bagi kegiatan menulis tangan di sekolah. "Di tengah pembelajaran digital, keterampilan ini membentuk daya pikir, konsentrasi, dan kreativitas anak.”

Dari sisi industri, SiDU berperan aktif dalam mendukung pengembangan literasi anak. Arif Darmawan, Head of Marketing APP Group, mengatakan menulis tangan bukan hanya melatih motorik, tetapi juga berpikir kritis dan pemecahan masalah. "Kami berharap riset ini mendorong sekolah menghidupkan kembali kebiasaan menulis dengan tangan.”

Penelitian ini menjadi bagian dari program Ayo Menulis bersama SiDU yang telah berjalan sejak 2017, menyediakan pelatihan dan lomba menulis untuk siswa serta modul pembelajaran bagi guru.

Pemerintah juga memberi dukungan positif. Muhammad Noor Ginanjar Jaelani, S.Pd., dari Kemendikdasmen, menyebut menulis tangan tetap fondasi utama belajar karena memperkuat daya ingat, konsentrasi, dan berpikir kritis. Sementara itu, Dr. Astin Julaikhan, M.Pd., dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menambahkan penelitian ini menjadi rujukan pembiasaan literasi di sekolah. 

Dengan dukungan Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) dalam menyebarkan pesan literasi secara ramah anak, hasil riset ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi dasar di era digital, bahwa menulis tangan bukan sekadar tradisi, tetapi fondasi berpikir dan berimajinasi bagi generasi masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.