Dari Pasir Putih ke Halaman Buku: Anak-anak Menemukan Dunia di Pojok Literasi

AKURAT.CO Suara tawa anak-anak berpadu dengan desir angin laut Pasir Putih PIK2, seolah waktu ikut berhenti menyaksikan kegembiraan mereka.
Di ruang yang biasanya hanya jadi tempat promosi, kini bertebaran warna, suara, dan mimpi kecil yang tumbuh bersama halaman-halaman buku.
Pojok Literasi Bersama Kak Rara hadir memperingati Bulan Bahasa dengan tema “Membaca, Membuka Gerbang Imajinasi.”
Tema itu bukan sekadar kalimat, tapi semacam doa agar setiap anak berani membayangkan dunia yang lebih luas—dan tahu bahwa pintunya bisa dibuka lewat membaca.
Sebanyak 120 anak dari Desa Muara, Sukawali, hingga Pekayon datang dengan mata berbinar. Mereka membaca, mewarnai, dan bernyanyi bersama.
Setiap tawa kecil yang pecah terasa seperti bukti sederhana bahwa literasi bukan hanya soal huruf, melainkan tentang rasa ingin tahu yang terus hidup.
Restu Mahesa, Estate Management Director Agung Sedayu Group, hadir menyapa mereka penuh hangat.
“Hari ini kita semua ingin berbagi pengalaman, supaya adik-adik bisa banyak belajar lagi,” tutur Restu Mahesa.
Baca Juga: Cinépolis Macro XE: Sensasi Nonton Film Seolah Masuk ke Dalam Layar
Dari tiga titik Pojok Literasi, anak-anak menampilkan karya terbaik mereka: ada yang menari, membaca cerita, dan menyanyi.
Di panggung kecil itu, keberanian tampak tumbuh, bukan karena sorotan lampu, melainkan karena mereka merasa didengar.
Kak Tony dan Cihuy membawa tawa lewat lagu dan kisah yang ringan tapi sarat makna.
Miranda DWK, Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, bersama Lucia Aditjakra, Direktur Sales & Marketing PIK2, ikut berbaur, bermain, dan membagikan hadiah, menjadikan kebahagiaan terasa begitu dekat, bahkan akrab.
Program Pojok Literasi di tiga desa binaan ini adalah bagian dari komitmen CSR PIK2.
Sebuah upaya kecil tapi bermakna: menyediakan bukan hanya buku, tapi pengalaman; bukan hanya ruang belajar, tapi ruang tumbuh. Karena literasi sejatinya adalah keberanian untuk bermimpi dan percaya pada masa depan.
Dari Pojok Literasi, anak-anak itu belajar bahwa setiap kata punya sayap, dan setiap buku menyimpan peta menuju masa depan.
Hari itu, 120 jendela kecil terbuka di Pasir Putih, dan dari baliknya, masa depan tampak lebih terang dari sebelumnya.
Baca Juga: Festival SenengMinton 2025 di Purwokerto Kobarkan Semangat Baru Bulu Tangkis Sejak Dini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










