Akurat
Pemprov Sumsel

Peran Guru dalam Pembelajaran Terdiferensiasi: Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 1 Topik 2 PPG 2025

Naufal Lanten | 13 November 2025, 16:59 WIB
Peran Guru dalam Pembelajaran Terdiferensiasi: Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 1 Topik 2 PPG 2025

 

AKURAT.CO Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan 2025 kembali digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK), para peserta PPG mempelajari berbagai modul pembelajaran, salah satunya Modul 1 Topik 2: Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi.

Dalam topik ini, salah satu latihan pemahaman yang banyak dicari adalah soal “Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan pendekatan pembelajaran terdiferensiasi.” Soal ini penting karena menguji pemahaman guru terhadap konsep dasar diferensiasi pembelajaran yang kini menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka.

Berikut pembahasan lengkapnya beserta kunci jawaban dan penjelasan agar peserta PPG dapat memahami konteks soal secara utuh.


Soal Latihan Pemahaman Modul 1 Topik 2 PPG 2025

1. Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi adalah...

A. Guru adalah sumber belajar utama dan peserta didik mengikuti apa yang telah ditetapkan.
B. Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber.
C. Guru menjadi mediator antar peserta didik agar terjadi transfer pengetahuan dalam proses belajar.
D. Guru menjadi motivator yang mengamati peserta didik dari jauh selama proses belajar.
E. Guru menjadi motor penggerak utama proses pembelajaran.

Kunci Jawaban: B. Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber.


Penjelasan Kunci Jawaban

Dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, peran guru tidak lagi terfokus sebagai satu-satunya sumber pengetahuan di kelas. Guru justru menjadi fasilitator dan perancang proses belajar yang mampu menyesuaikan kegiatan mengajar dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan setiap peserta didik.

Setiap siswa memiliki karakteristik unik—ada yang cepat memahami materi, ada yang perlu waktu lebih lama, ada yang belajar lewat visual, sementara yang lain lebih suka praktik langsung. Karena itu, guru perlu merancang pembelajaran yang fleksibel dan adaptif, bukan seragam untuk semua.

Guru diharapkan dapat:

  • Melakukan asesmen diagnostik di awal untuk memahami kesiapan belajar siswa.

  • Menyesuaikan konten (materi), proses (cara belajar), dan produk (hasil belajar) agar sesuai dengan profil belajar masing-masing siswa.

  • Memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih cara belajar dan media belajar yang paling efektif bagi mereka.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar, di mana setiap siswa memiliki hak untuk berkembang sesuai potensinya tanpa harus diseragamkan oleh sistem.


Pengertian Pendekatan Pembelajaran Terdiferensiasi

Pendekatan pembelajaran terdiferensiasi adalah strategi pembelajaran yang menyesuaikan proses, materi, dan hasil belajar berdasarkan kebutuhan, minat, serta gaya belajar siswa. Tujuannya sederhana: menciptakan kelas yang inklusif, adil, dan memberdayakan semua siswa untuk mencapai potensi maksimalnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui buku Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Fleksibel sebagai Wujud Merdeka Belajar (2021) menjelaskan bahwa pendekatan ini berfokus pada tiga aspek utama:

  1. Diferensiasi Konten – Guru menyesuaikan materi ajar dengan tingkat pemahaman siswa. Misalnya, siswa dengan kemampuan tinggi diberi tantangan tambahan, sementara siswa yang masih dasar diberikan versi materi yang lebih sederhana atau visual.

  2. Diferensiasi Proses – Guru menggunakan berbagai metode belajar seperti diskusi kelompok, proyek, atau pembelajaran berbasis masalah agar siswa bisa belajar sesuai gaya belajarnya (visual, auditori, kinestetik).

  3. Diferensiasi Produk – Guru memberikan kebebasan bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar dalam berbagai bentuk, seperti tulisan, presentasi, video, atau karya kreatif lainnya.

Dengan strategi ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena setiap siswa merasa dihargai, percaya diri, dan termotivasi untuk belajar.


Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Berdiferensiasi

Pendekatan ini bukan hanya soal variasi metode, tetapi juga tentang mewujudkan keadilan dalam belajar, bukan keseragaman. Guru memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil sesuai dengan potensi mereka.

Beberapa manfaat nyata dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi antara lain:

  • Meningkatkan keterlibatan siswa, karena pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

  • Meningkatkan hasil belajar, sebab materi dan aktivitas disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa.

  • Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan diterima.

  • Mengembangkan keterampilan belajar seumur hidup, karena siswa belajar bagaimana mengenali cara belajar terbaik bagi dirinya.

Guru yang menerapkan pendekatan ini harus terus beradaptasi dengan dinamika kelas, memberi umpan balik yang konstruktif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta menghargai keberagaman.


Versi Jawaban Lain dan Pandangan Alternatif

Beberapa sumber pembelajaran dalam PPG juga menekankan bahwa peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi bisa dipahami dari berbagai sudut:

  • Ada yang menyoroti guru sebagai mediator antar siswa agar terjadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman belajar.

  • Ada pula yang menekankan guru sebagai motivator aktif, yang terus memantau dan mendorong siswa tanpa terlalu mendominasi kelas.

Namun, pada prinsipnya semua versi tersebut mengarah pada satu hal: guru bukan satu-satunya sumber belajar, melainkan fasilitator yang menciptakan ekosistem belajar kolaboratif dan adaptif.


Kesimpulan

Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan pendekatan pembelajaran terdiferensiasi adalah menjadi perancang, fasilitator, dan penggerak proses belajar yang berpihak pada siswa.

Guru tidak lagi sekadar mengajar, melainkan membimbing, mengamati, dan menyesuaikan pembelajaran agar setiap siswa dapat berkembang sesuai potensinya. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih adil, bermakna, dan relevan dengan semangat Merdeka Belajar.

Kalau kamu sedang mengikuti PPG Daljab 2025, pahami bahwa kunci dari pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar menjawab soal, tapi bagaimana menerapkannya di kelas nyata.

Baca Juga: Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PPG Calon Guru 2025 dan Jadwal Lengkap Tahap Berikutnya

Baca Juga: Kunci Jawaban Modul 2 Topik 3 PPG 2025: Belajar sebagai Proses yang menyeluruh

FAQ

1. Apa itu pembelajaran terdiferensiasi dalam konteks PPG 2025?
Pembelajaran terdiferensiasi adalah pendekatan mengajar yang menyesuaikan proses, materi, dan hasil belajar berdasarkan kebutuhan, minat, serta gaya belajar siswa. Tujuannya agar semua siswa bisa belajar secara optimal sesuai potensi masing-masing tanpa dipaksa seragam.


2. Mengapa guru perlu memahami pendekatan pembelajaran terdiferensiasi?
Karena setiap siswa memiliki karakteristik unik. Dengan memahami pendekatan ini, guru bisa menciptakan pembelajaran yang adil, fleksibel, dan relevan, serta membantu siswa lebih percaya diri dan termotivasi belajar.


3. Apa peran utama guru dalam pembelajaran terdiferensiasi?
Peran guru adalah fasilitator dan perancang pembelajaran, bukan sumber belajar utama. Guru membantu siswa belajar dari berbagai sumber, menyesuaikan strategi mengajar, serta memastikan proses belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.


4. Apa kunci jawaban soal peran guru dalam pembelajaran terdiferensiasi di Modul 1 Topik 2 PPG 2025?
Kunci jawaban yang benar adalah B. Guru bukan sebagai sumber belajar utama, peserta didik dapat belajar dari berbagai sumber.


5. Apa saja komponen utama dalam pembelajaran terdiferensiasi?
Terdapat tiga komponen utama:

  • Konten (materi): menyesuaikan isi pembelajaran dengan tingkat pemahaman siswa.

  • Proses (cara belajar): menggunakan metode berbeda seperti diskusi, proyek, atau eksplorasi individu.

  • Produk (hasil belajar): memberi kebebasan siswa menunjukkan pemahaman dalam berbagai bentuk, misalnya tulisan, video, atau presentasi.


6. Bagaimana guru dapat menerapkan pembelajaran terdiferensiasi di kelas?
Guru bisa memulainya dengan asesmen diagnostik untuk memahami kemampuan siswa, lalu merancang kegiatan belajar yang beragam. Guru juga dapat memberikan pilihan media belajar dan bentuk tugas yang sesuai dengan minat serta gaya belajar siswa.


7. Apa manfaat penerapan pembelajaran terdiferensiasi bagi siswa?
Manfaatnya antara lain meningkatkan keterlibatan belajar, hasil akademik, rasa percaya diri, serta menciptakan suasana kelas yang inklusif dan mendukung semua perbedaan individu.


8. Bagaimana kaitan pembelajaran terdiferensiasi dengan Kurikulum Merdeka?
Pembelajaran terdiferensiasi merupakan implementasi nyata dari prinsip Merdeka Belajar, di mana siswa diberikan kebebasan untuk belajar sesuai minat, kemampuan, dan gaya belajarnya masing-masing.


9. Apakah guru masih menjadi pusat pembelajaran dalam pendekatan ini?
Tidak. Guru tidak lagi menjadi pusat pembelajaran. Perannya berubah menjadi fasilitator yang membantu siswa menemukan sumber belajar, membimbing, dan memberikan umpan balik agar proses belajar lebih mandiri dan bermakna.


10. Mengapa pendekatan ini penting dalam program PPG Daljab 2025?
Karena program PPG bertujuan meningkatkan kompetensi guru agar mampu mengajar secara profesional di era pendidikan yang berorientasi pada peserta didik. Pembelajaran terdiferensiasi melatih guru memahami perbedaan individu dan menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih efektif dan inklusif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.