Akurat
Pemprov Sumsel

Keterbatasan Bukan Halangan: Siswa Disabilitas Sekolah Rakyat Pasuruan Tunjukkan Perkembangan

Atikah Umiyani | 16 November 2025, 11:03 WIB
Keterbatasan Bukan Halangan: Siswa Disabilitas Sekolah Rakyat Pasuruan Tunjukkan Perkembangan

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengapresiasi semangat belajar siswa penyandang disabilitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 28 Kota Pasuruan.

Ia menyampaikan kekagumannya saat berdialog dengan para siswa dalam kunjungan kerjanya, Sabtu (15/11/2025).

Gus Ipul mengatakan, meski memiliki keterbatasan, para siswa disabilitas mampu mengikuti pembelajaran dengan baik dan penuh antusias.

“Komisi Disabilitas bercerita ke saya, habis dari sini ternyata ada anak-anak penyandang disabilitas di sekolah ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa siswa penyandang disabilitas membutuhkan perhatian dan dukungan dari seluruh warga sekolah.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya saling membantu dan menolak segala bentuk perundungan.

“Yang lain harus siap membantu. Tidak boleh membully, tidak boleh merundung, tidak boleh mengolok-olok. Mereka semua saudaramu dan temanmu yang harus saling mendukung,” tegasnya.

Baca Juga: Pengakuan Helwa Bachmid: Setahun Menikah Siri dengan Habib Bahar Berujung Penderitaan

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, meninjau kegiatan makan terpimpin yang rutin dilakukan para siswa.

Setelah itu, ia berdialog dengan sejumlah siswa, termasuk Azil (12), penyandang disabilitas asal Kelurahan Mayangan.

Kepala SRMP 28 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, menjelaskan bahwa Azil merupakan satu dari enam siswa berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.

Meskipun memiliki keterbatasan komunikasi, Azil memiliki kemampuan mengingat yang kuat.

“Dia bisa menonton video sampai tuntas dan menghafalkan isinya,” ujar Yuli.

Yuli menambahkan, hasil tes literasi menunjukkan enam siswa disabilitas tersebut belum mampu baca, tulis, dan hitung.

Untuk itu, sekolah memberikan pembimbingan intensif dan kini rata-rata perkembangan mereka telah mencapai 35 persen.

Kemajuan tersebut tidak lepas dari peran guru dan tenaga kependidikan. SRMP 28 memiliki 12 guru, 3 wali asrama, dan 7 wali asuh.

Guru mengajar di kelas, wali asrama mendampingi kegiatan keasramaan, sementara wali asuh berperan sebagai pengganti orang tua siswa selama di sekolah.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perpres, Turunkan Kasus Keracunan MBG Butuh Kolaborasi BGN–BPOM

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.