Sekolah Rakyat: Peluang Baru Tingkatkan Akses Pendidikan di Seluruh Indonesia

AKURAT.CO Kebijakan pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan efektif berjalan pada Juli 2025 mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.
Meski dinilai sebagai kebijakan populis oleh sebagian pihak, para pakar pendidikan mengakui bahwa kebijakan ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan akses pendidikan di seluruh Indonesia, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Pengamat Pendidikan Universitas Paramadina, Andreas Tambah, mengapresiasi niat baik pemerintah dalam menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata untuk memperluas kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Namun, ia juga menekankan pentingnya memastikan kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
“Upaya menghadirkan Sekolah Rakyat adalah langkah yang baik. Namun, agar lebih bermanfaat, perlu diiringi dengan perbaikan sekolah-sekolah yang sudah ada, menyediakan guru-guru berkualitas, serta memastikan bahwa pendidikan dapat diakses tanpa biaya yang memberatkan,” jelas Andreas saat dihubungi Akurat.co, Minggu (23/3/2025).
Baca Juga: Bedah Revisi UU BUMN: Strategi Cegah Kerugian dan Optimalkan Peran BUMN
Ia mengusulkan agar pemerintah juga mempertimbangkan pengembangan pendidikan formal dan nonformal secara bersamaan.
Menurutnya, pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memainkan peran penting dalam mencerdaskan bangsa, terutama bagi mereka yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal.
“Pendidikan nonformal harus terus diperhatikan. PKBM, misalnya, memiliki peran yang sangat baik dalam menjangkau masyarakat yang tidak bisa mengakses pendidikan formal. Jika digarap serius, sinergi antara pendidikan formal dan nonformal akan sangat menguntungkan bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Andreas juga mengingatkan pentingnya membangun infrastruktur pendidikan yang merata hingga ke pelosok negeri, termasuk pendirian perguruan tinggi di setiap kabupaten.
Hal ini menurutnya dapat mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara lebih merata.
“Yang paling penting adalah bagaimana memastikan pendidikan ini benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Jika perlu, setiap kabupaten memiliki setidaknya satu perguruan tinggi agar akses pendidikan tinggi semakin terbuka luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andreas menekankan, kebijakan Sekolah Rakyat perlu dikembangkan dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pengurus Partai Demokrat 2025-2030, Herman Khaeron Jadi Sekjen
Selain memastikan pendidikan gratis bagi masyarakat, program ini juga perlu dilengkapi dengan keterampilan yang relevan agar dapat membantu masyarakat dalam memajukan daerahnya.
Dengan niat yang baik dan perencanaan yang matang, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi pemerataan pendidikan di Indonesia.
Andreas mengajak semua pihak untuk mendukung kebijakan ini sembari terus mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif bagi keberhasilan program tersebut.
“Sekolah Rakyat memiliki potensi besar jika dijalankan dengan baik. Ini bukan hanya tentang memberikan akses pendidikan, tapi juga memastikan pendidikan tersebut berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






