Sejarah Berdirinya Tiongkok Modern Setelah Revolusi

AKURAT.CO Berdirinya Tiongkok modern, yang dikenal sebagai Republik Rakyat Tiongkok (RRT), adalah hasil dari Revolusi Komunis Tiongkok yang berpuncak pada kemenangan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dalam Perang Saudara Tiongkok.
Negara Tiongkok secara resmi diproklamasikan pada 1 Oktober 1949 oleh Mao Zedong.
Dikutip dari Wikipedia, Sejarah Tiongkok adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Tiongkok telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu.
Peradaban Tiongkok berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Tiongkok dimulai sejak Dinasti Shang (1750-1045 SM).
Cangkang kura-kura dengan aksara Tionghoa kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM.
Budaya, sastra, dan filsafat Tiongkok berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1066-221 SM) yang melanjutkan Dinasti Shang.
Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah aksara Tionghoa modern mulai berkembang.
Ada dua peristiwa penting dalam sejarah menuju Tiongkok modern, yaitu:
● Gerakan Budaya Baru (GBB), yang dimulai pada tahun 1917, dan dipelopori kaum intelektual, seperti Chen Duxiu, Li Dazhao, dll mengenai anti pemikiran tradisional.
● Kedua, aksi demonstrasi mahasiswa pada 4 Mei 1919, yang juga di sebut the May Fourth Movement (MFM).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sentimen kebangsaan atau politis terhadap imperialisme asing.
GBB dan MFM membawa kebangkitan penuh rakyat, sehingga memfasilitasi revolusi sosial yang sesungguhnya di Tiongkok.
Paham Marxis-Leninisme oleh PKT diyakini sebagai jalan keluar menuju Tiongkok modern, menggantikan budaya tradisional yang dipengaruhi konfusianisme, dan dinilai gagal menjawab tantangan zaman.
Laporan: Marta Anunciata Wea/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








