Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Tujuan Manusia Diciptakan dengan Bentuk yang Sebaik-baiknya? Ini Kunci Jawaban & Penjelasan Lengkapnya

Naufal Lanten | 1 Februari 2026, 22:56 WIB
Apa Tujuan Manusia Diciptakan dengan Bentuk yang Sebaik-baiknya? Ini Kunci Jawaban & Penjelasan Lengkapnya

 

AKURAT.CO Apa tujuan manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya? Pertanyaan tentang tujuan penciptaan manusia kerap muncul dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada Bab 6 Mari Mengaji dan Mengkaji Q.S. At-Tīn dan Hadis tentang Silaturahmi buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas 4 Kurikulum Merdeka halaman 116, siswa diminta menjawab soal pada bagian Ayo Kerjakan.

Topik ini tidak sekadar menguji hafalan, tetapi mengajak pembaca memahami posisi manusia di dunia menurut ajaran Islam—mulai dari peran sebagai pemimpin di bumi hingga tujuan utama beribadah kepada Allah SWT. Berikut rangkuman kunci jawaban beserta penjelasan lengkap yang bisa membantu memahami maknanya secara utuh.


Soal Ayo Kerjakan Halaman 116

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

2. Apa tujuan manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya?


Kunci Jawaban Utama

2. Manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya karena Allah memberikan amanat kepada manusia sebagai pemimpin di bumi. Manusia sebagai pemimpin bertugas untuk melestarikan bumi.

Jawaban ini menegaskan bahwa keistimewaan manusia—akal, hati, dan kemampuan berpikir—berkaitan langsung dengan tugas besar yang diembankan Allah SWT.

Namun, dalam penjelasan buku dan referensi pendukung, tujuan penciptaan manusia tidak berhenti pada satu aspek saja. Ada beberapa sudut pandang yang saling melengkapi.


Mengapa Manusia Diciptakan dalam Bentuk Terbaik?

Di antara seluruh makhluk ciptaan Allah SWT, manusia memiliki banyak kelebihan. Panca indera yang lengkap, kemampuan berpikir rasional, hati nurani untuk menimbang keputusan, hingga petunjuk hidup berupa Al-Qur’an menjadi ciri khas yang membedakan manusia dari makhluk lain.

Bahkan, manusia disebut secara langsung dalam wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidakdiketahuinya.” (Q.S. Al-‘Alaq : 1-5)

Ayat ini menunjukkan bahwa sejak awal, manusia diposisikan sebagai makhluk yang diberi kemampuan belajar dan memahami. Lalu, untuk apa semua keistimewaan itu?


Tujuan Pertama: Menjadi Khalifah di Bumi

Salah satu penjelasan terkuat tentang tujuan penciptaan manusia terdapat dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 30:

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia dipilih sebagai khalifah, atau wakil Allah di bumi. Dalam kajian akademik, termasuk jurnal Manusia Sebagai Khalifah dalam Perspektif Islam oleh Rahmat Ilyas (2016), manusia disebut sebagai pihak yang menerima amanat besar untuk mengelola dan menjaga bumi.

Dengan posisi tersebut, manusia juga akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya selama hidup. Inilah alasan mengapa manusia dibekali akal, hati, serta kemampuan berpikir kritis—semua itu diperlukan agar tugas sebagai khalifah dapat dijalankan dengan baik.


Tujuan Kedua: Beribadah dan Mengabdi kepada Allah SWT

Selain memimpin dan menjaga bumi, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah SWT. Hal ini tercantum dalam surat Az Zariyat ayat 56–58:

يقول الله عز وجل: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ * مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ * إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Artinya:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Az Zariyat: 56-58)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah bukan hanya aktivitas ritual, tetapi tujuan mendasar kehidupan manusia.

Menurut penjelasan M. Quraish Shihab yang dikutip dalam jurnal Kualitas Manusia dalam Pandangan Al-Qur'an oleh Muhammad Thaib Muhammad, ibadah terbagi menjadi dua jenis:

  1. Ibadah mahdhah, yaitu ibadah yang tata caranya sudah ditentukan Allah, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji.

  2. Ibadah ghairu mahdhah, yaitu seluruh aktivitas lahir dan batin yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk bekerja, belajar, dan menjaga lingkungan.

Dengan pemahaman ini, tugas sebagai khalifah di bumi sejatinya juga merupakan bagian dari ibadah jika dilakukan sesuai petunjuk Allah.


Rangkuman Jawaban: Beberapa Versi yang Bisa Digunakan

Berdasarkan materi buku dan dalil Al-Qur’an di atas, pertanyaan “Apa tujuan manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya?” dapat dijawab dengan beberapa versi yang tetap sejalan, antara lain:

  • Manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya karena Allah memberikan amanat kepada manusia sebagai pemimpin di bumi untuk menjaga dan melestarikannya.

  • Manusia diberi keistimewaan berupa akal dan hati agar mampu menjalankan tugas sebagai khalifah Allah SWT.

  • Manusia diciptakan dalam kondisi terbaik supaya dapat beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupannya.

Semua jawaban ini saling melengkapi dan menunjukkan bahwa keunggulan manusia tidak diberikan tanpa tujuan.


Penutup

Melalui soal pada PAI Kelas 4 Kurikulum Merdeka halaman 116, siswa diajak memahami bahwa manusia diciptakan dalam bentuk terbaik bukan sekadar untuk menikmati hidup, tetapi untuk memikul tanggung jawab besar: menjaga bumi sekaligus beribadah kepada Allah SWT.

Kalau kamu tertarik dengan pembahasan kunci jawaban dan materi pelajaran lainnya, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi edukatif berikutnya.

Baca Juga: Bagaimana Hubungan antara Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal? Ini Penjelasan Lengkap Menurut Ajaran Islam

Baca Juga: Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman? Ini Penjelasan Lengkap dan Langkah Nyatanya

FAQ

Apa pertanyaan pada soal Ayo Kerjakan halaman 116 PAI Kelas 4?

Pertanyaannya adalah: “Apa tujuan manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya?” yang terdapat dalam Bab 6 Mari Mengaji dan Mengkaji Q.S. At-Tīn dan Hadis tentang Silaturahmi.


Apa kunci jawaban utama dari soal tersebut?

Kunci jawaban utamanya adalah:

Manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya karena Allah memberikan amanat kepada manusia sebagai pemimpin di bumi. Manusia sebagai pemimpin bertugas untuk melestarikan bumi.


Mengapa manusia disebut sebagai khalifah di bumi?

Manusia disebut sebagai khalifah karena Allah SWT menugaskannya untuk mengelola, menjaga, dan memakmurkan bumi sesuai perintah-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al Baqarah ayat 30.


Apa hubungan keistimewaan manusia dengan tugasnya di dunia?

Keistimewaan seperti akal, hati, dan kemampuan belajar diberikan agar manusia mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah serta membedakan antara perbuatan yang baik dan buruk.


Selain sebagai khalifah, apa tujuan utama manusia menurut Al-Qur’an?

Selain sebagai khalifah, tujuan utama manusia adalah beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Az Zariyat ayat 56–58.


Apa yang dimaksud dengan ibadah mahdhah?

Ibadah mahdhah adalah ibadah yang tata caranya telah ditentukan oleh Allah SWT, seperti shalat, zakat, puasa, dan haji.


Apa itu ibadah ghairu mahdhah?

Ibadah ghairu mahdhah adalah segala aktivitas manusia—baik lahir maupun batin—yang dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, termasuk bekerja, belajar, dan menjaga lingkungan.


Apakah boleh menggunakan jawaban selain yang tertulis dalam kunci jawaban?

Boleh. Jawaban dapat berbeda selama masih sesuai dengan isi materi dan dalil Al-Qur’an yang dibahas dalam pelajaran.


Dari mana sumber materi kunci jawaban ini?

Materi bersumber dari Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV Kurikulum Merdeka terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, serta didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan.


Mengapa soal ini penting dipahami oleh siswa?

Soal ini membantu siswa memahami peran manusia dalam kehidupan, yakni sebagai makhluk yang diberi amanah untuk menjaga bumi sekaligus beribadah kepada Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.