Rayakan 25 Tahun, Bina Bangsa School Unjuk Gigi Lewat Konser 'Legacy of Stars'

AKURAT.CO Menandai perjalanan seperempat abad di dunia pendidikan, Bina Bangsa School (BBS) menggelar konser nasional bertajuk "Legacy of Stars" di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Perhelatan akbar ini melibatkan 478 siswa dari enam kampus BBS yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, hingga Balikpapan.
Konser ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bukti nyata dari ekosistem pendidikan terintegrasi yang dibangun BBS selama 25 tahun.
Penampilan kolaboratif Western dan Chinese Orchestra, paduan suara, hingga koreografi tari yang memukau menjadi simbol harmonisasi kreativitas dan disiplin siswa.
Baca Juga: Jokowi Ingin Bina Bangsa School Nusantara Bisa Perkenalkan Kearifan Lokal di IKN
Inovasi Virtual Synchronization
Ada yang unik dalam persiapan konser ini. BBS menerapkan metode Virtual Synchronization, di mana siswa dari berbagai kota merekam bagian musik mereka secara mandiri sebelum akhirnya dikompilasi menjadi satu komposisi utuh.
Proses ini melatih kemampuan yang selaras dengan kebutuhan dunia profesional global, seperti kerja sama jarak jauh, literasi teknologi, dan teamwork lintas wilayah.
Cikal bakal BBS lahir dari situasi sosiopolitik Indonesia pasca-peristiwa 1998.
Kala itu, pendiri BBS, Surya Putra Subandi bersama rekan-rekannya, melihat banyaknya keluarga yang ingin kembali ke Tanah Air namun terkendala akses pendidikan berstandar internasional.
Didirikan pada tahun 2001, BBS menjadi pionir yang menghadirkan kurikulum Singapura dan akreditasi Cambridge di Indonesia.
"Saya berjanji, meskipun hanya ada dua murid, guru terbaik dari Singapura tetap akan hadir," kenang Surya saat menceritakan masa awal sekolah yang hanya memiliki 27 siswa tersebut.
Kini, komitmen tersebut berbuah manis. Dari segelintir siswa, BBS bertransformasi menjadi jaringan nasional dengan enam kampus strategis. Ribuan alumni tercatat telah menembus universitas top dunia, sebuah prestasi yang bahkan mendapat apresiasi langsung dari Duta Besar Inggris.
Visi utama BBS diringkas dalam slogan "Leader, Not Follower." Surya menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar angka di atas kertas, melainkan membentuk karakter dan kepemimpinan.
Melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics), BBS mengintegrasikan logika dan kreativitas.
Salah satu buktinya adalah Wu Donglin, siswa peraih Cambridge AS Level 2025: National First Place yang juga mahir memainkan alat musik tradisional dizi.
Sisi Humanis: Libatkan Siswa SDN Kamal Muara
BBS juga menunjukkan tanggung jawab sosialnya dengan melibatkan siswa binaan dari SDN Kamal Muara.
Selain menjalankan program pengajaran Bahasa Inggris, BBS mengundang perwakilan siswa dan guru sekolah tersebut untuk menyaksikan langsung konser orkestra ini.
"Legacy of Stars bukan hanya tentang siapa yang tampil di panggung, tetapi juga tentang memberi kesempatan bagi orang lain untuk bermimpi," tambah Surya.
Visi besar ini berakar dari pesan mendalam ayah Surya, seorang lulusan Universitas Cambridge, yang sebelum wafat berpesan agar anaknya membangun sekolah untuk memajukan bangsa.
"Indonesia tidak kekurangan anak berbakat. Yang kita butuhkan adalah sistem yang percaya pada mereka," tutup Surya optimis menatap masa depan pendidikan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








