Akurat Logo

Mengungkap Rahasia Ekolokasi, Cara Kelelawar Melihat dalam Gelap

Redaksi Akurat | 29 April 2026, 23:24 WIB
Mengungkap Rahasia Ekolokasi, Cara Kelelawar Melihat dalam Gelap
Ilustrasi kelelawar.

AKURAT.CO Kelelawar selama ini dikenal sebagai hewan malam yang mampu terbang lincah meski berada dalam kegelapan total.

Kemampuan ini kerap dianggap sebagai “penglihatan super”, padahal sebenarnya bergantung pada sistem navigasi berbasis suara yang disebut Ekolokasi.

Melalui ekolokasi, kelelawar memanfaatkan pantulan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk membaca lingkungan di sekitarnya.

Mereka mengeluarkan bunyi ultrasonik melalui mulut atau hidung—suara yang tidak dapat didengar manusia.

Ketika gelombang ini mengenai objek, pantulannya kembali ke telinga kelelawar dalam hitungan milidetik.

Pantulan tersebut kemudian diolah oleh otak menjadi “peta” ruang yang akurat.

Dengan cara ini, kelelawar dapat mendeteksi keberadaan pohon, serangga, dinding gua, hingga sesama kelelawar yang terbang di dekatnya.

Penelitian menunjukkan bahwa otak kelelawar mampu memproses informasi suara dengan sangat cepat dan presisi tinggi.

Mereka bahkan dapat membedakan objek dengan jarak yang sangat dekat serta mengenali tekstur mangsa hanya dari pantulan suara.

Hal ini memungkinkan kelelawar berburu dengan efektif, bahkan di lingkungan yang gelap dan sempit.

Baca Juga: Menhan Sjafrie: Komcad ASN Harus Jadi Kekuatan Penguat TNI

Kemampuan ini juga didukung oleh struktur fisik tubuhnya.

Bentuk telinga yang lebar, daun hidung, hingga lipatan kulit di sekitar wajah berperan penting dalam menangkap dan memperkuat gelombang suara.

Setiap spesies memiliki karakteristik berbeda, sehingga pola ekolokasinya pun bervariasi sesuai habitatnya.

Selain untuk navigasi, ekolokasi juga berfungsi sebagai alat komunikasi.

Dalam kelompok besar, beberapa spesies mengubah pola suara ultrasonik untuk menghindari tabrakan dan menjaga koordinasi saat terbang bersama.

Kemampuan membaca ruang tanpa bantuan cahaya menjadikan kelelawar sebagai salah satu hewan dengan sistem sensorik paling canggih.

Tak hanya menarik secara ilmiah, studi tentang ekolokasi juga memiliki potensi luas dalam pengembangan teknologi, seperti radar, sonar, hingga perangkat medis berbasis gelombang suara.

Peneliti meyakini, memahami cara kelelawar “melihat” dunia dapat membuka peluang inovasi baru di berbagai bidang teknologi di masa depan.

Laporan: Novi Karyanti/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.