Perbedaan Tokek dan Cicak: Sekilas Mirip, Ternyata Berbeda Jauh

AKURAT.CO Tokek dan cicak kerap dianggap sama oleh sebagian masyarakat karena bentuk tubuhnya yang mirip serta kebiasaannya menempel di dinding.
Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, mulai dari ukuran tubuh, perilaku, hingga habitat alaminya.
Dalam kajian Herpetologi, tokek dan cicak memang termasuk dalam kelompok kadal pemanjat. Namun, keduanya berkembang dengan karakter dan lingkungan yang berbeda.
Dari segi ukuran, tokek memiliki tubuh yang jauh lebih besar dan berotot. Panjang tokek dewasa bahkan bisa mencapai lebih dari 30 sentimeter.
Sementara itu, cicak umumnya hanya berukuran sekitar 7 hingga 10 sentimeter. Perbedaan juga terlihat pada warna tubuh.
Tokek memiliki motif bercak mencolok sebagai kamuflase di habitat lembap seperti hutan, sedangkan cicak cenderung berwarna polos, seperti cokelat keabu-abuan, agar mudah berbaur dengan dinding atau lingkungan rumah.
Perilaku keduanya pun berbeda. Tokek dikenal lebih agresif dan teritorial.
Saat merasa terganggu, tokek dapat mengeluarkan suara keras yang khas, terutama pada malam hari, sebagai penanda wilayah dan alat komunikasi.
Sebaliknya, cicak cenderung pasif dan lebih memilih melarikan diri ketika terancam. Gerakannya cepat dan lincah, terutama saat berburu serangga di sekitar lampu.
Dari sisi pola makan, keduanya sama-sama predator serangga. Namun, tokek mampu memangsa serangga berukuran lebih besar seperti kecoa dan kumbang.
Baca Juga: Mengungkap Rahasia Ekolokasi, Cara Kelelawar Melihat dalam Gelap
Cicak, karena tubuhnya lebih kecil, biasanya hanya memakan serangga kecil seperti nyamuk atau ngengat.
Selain itu, tokek dapat bertahan lebih lama tanpa makan, sementara cicak membutuhkan asupan yang lebih sering.
Perbedaan mencolok juga terlihat pada habitat. Tokek lebih menyukai tempat yang gelap, lembap, dan jarang diganggu manusia, seperti pepohonan besar, sela atap, atau bangunan tua.
Sebaliknya, cicak sangat adaptif terhadap lingkungan manusia dan hampir selalu ditemukan di dalam rumah, terutama di area yang dekat dengan sumber makanan.
Dalam hal pertahanan diri, cicak dikenal memiliki kemampuan Autotomi, yaitu memutuskan ekor untuk mengelabui predator.
Ekor yang terlepas akan tetap bergerak sehingga memberi waktu bagi cicak untuk melarikan diri.
Tokek juga memiliki kemampuan serupa, namun jarang melakukannya karena lebih cenderung bertahan dan melawan, bahkan dengan gigitan yang cukup kuat.
Dalam kehidupan sehari-hari, cicak sering dianggap lebih bersahabat karena membantu mengurangi populasi serangga di dalam rumah.
Sementara itu, tokek kerap dipandang menakutkan karena ukurannya yang besar dan suaranya yang keras.
Meski demikian, keduanya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi serangga.
Laporan: Novi Karyanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




