Akurat Logo

Bukan Hanya Indonesia, Ini 10 Negara yang Pernah Dilanda Krisis Moneter Parah

Nurma Nafisa Faradilla | 10 Juni 2026, 15:00 WIB
Bukan Hanya Indonesia, Ini 10 Negara yang Pernah Dilanda Krisis Moneter Parah
Ilustrasi krisis moneter. (Magnific)

AKURAT.CO Krisis moneter merupakan salah satu peristiwa ekonomi yang dapat memberikan dampak besar terhadap suatu negara. Ketika krisis terjadi, nilai mata uang domestik biasanya melemah tajam, harga barang dan jasa melonjak, tingkat pengangguran meningkat, serta aktivitas ekonomi mengalami perlambatan.

Dikutip dari Britannica, sejarah mencatat sejumlah negara pernah mengalami krisis moneter dan ekonomi yang menyebabkan gejolak sosial hingga perubahan kebijakan besar-besaran. Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan dampak tersebut saat krisis finansial Asia pada 1997-1998, ketika nilai tukar rupiah merosot drastis dan memicu ketidakstabilan ekonomi maupun politik.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik? Ini 10 Cara Hemat BBM yang Wajib Dicoba Pengendara

Namun, Indonesia bukan satu-satunya negara yang pernah menghadapi situasi serupa. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Business Insider, Britannica, dan sejumlah sumber akademik, banyak negara di berbagai belahan dunia juga pernah mengalami krisis moneter dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Berikut daftar 10 negara yang pernah dilanda krisis moneter parah dan bagaimana mereka berupaya bangkit dari keterpurukan.

1. Vietnam

Vietnam mengalami kesulitan ekonomi serius pada dekade 1980-an setelah perang berkepanjangan. Infrastruktur rusak, produksi pertanian menurun, dan inflasi melonjak hingga tiga digit.

Pemerintah kemudian meluncurkan kebijakan reformasi ekonomi bernama Đổi Mới yang membuka perekonomian dan mendorong investasi. Kebijakan tersebut berhasil mengubah Vietnam menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia.

2. Rusia

Pada 1998, Rusia menghadapi krisis utang dan mata uang yang diperparah oleh dampak krisis keuangan Asia. Pemerintah gagal memenuhi sejumlah kewajiban keuangan sehingga memicu inflasi tinggi dan penutupan banyak bank.

Meski sempat mengalami tekanan berat, ekonomi Rusia perlahan pulih setelah harga energi dunia meningkat dan ekspor kembali menguat.

3. Brasil

Brasil juga terkena dampak gejolak ekonomi global pada akhir 1990-an. Arus modal asing keluar dalam jumlah besar membuat nilai mata uang melemah dan memicu ketidakstabilan ekonomi.

Dengan dukungan lembaga internasional dan kebijakan ekonomi yang lebih fleksibel, Brasil akhirnya mampu mengembalikan kepercayaan investor.

4. Thailand

Thailand menjadi salah satu negara yang paling terdampak saat krisis finansial Asia 1997. Nilai mata uang baht jatuh tajam dan memicu efek domino ke berbagai negara Asia Tenggara.

Krisis ini menyebabkan banyak perusahaan bangkrut dan utang meningkat. Bantuan internasional kemudian membantu Thailand menstabilkan perekonomiannya.

5. Indonesia

Krisis moneter 1998 menjadi salah satu peristiwa ekonomi paling bersejarah di Indonesia. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.000 per dolar AS sempat merosot hingga lebih dari Rp16.000 per dolar AS.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.