Mengapa Permukaan Laut Terus Naik? Ini Penjelasan dari Para Ilmuwan

AKURAT.CO Kenaikan permukaan laut menjadi salah satu dampak perubahan iklim yang semakin mendapat perhatian dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, laju kenaikan permukaan laut tercatat semakin cepat dan memicu kekhawatiran para ilmuwan serta organisasi internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui laporan terbaru tentang kondisi samudra dunia mengungkap bahwa aktivitas manusia menjadi faktor utama di balik memburuknya kondisi laut saat ini. Selain menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, aktivitas tersebut juga berkontribusi terhadap meningkatnya suhu laut dan percepatan kenaikan permukaan air laut.
Baca Juga: BEM UI Akan Demo Besok, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa kepada Prabowo
Lantas, mengapa permukaan laut terus naik dan apa dampaknya bagi kehidupan manusia? Berikut penjelasannya.
Temuan tersebut tercantum dalam Penilaian Ketiga Samudra Dunia (World Ocean Assessment III/WOA III) yang dipimpin PBB. Laporan ini merupakan penilaian global yang melibatkan lebih dari 650 ahli dari berbagai negara untuk mengkaji kondisi lingkungan, ekonomi, dan sosial di kawasan samudra dunia.
Berdasarkan laporan tersebut, laju kenaikan permukaan laut mengalami percepatan dalam satu dekade terakhir. Sebelum 2015, kenaikan permukaan laut rata-rata mencapai sekitar 2 milimeter per tahun. Namun pada 2023, angkanya meningkat menjadi sekitar 4,3 milimeter per tahun.
Meski terlihat kecil, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi di lautan semakin cepat dan berpotensi menimbulkan dampak besar dalam jangka panjang.
Apa Penyebab Permukaan Laut Terus Naik?
Dikutip dari Anadolu, penyebab utama kenaikan permukaan laut adalah aktivitas manusia yang memberikan tekanan besar terhadap ekosistem laut.
Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain:
1. Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Peningkatan emisi gas rumah kaca menyebabkan suhu bumi terus meningkat. Akibatnya, suhu laut ikut naik dan membuat volume air laut bertambah melalui proses pemuaian termal.
Semakin hangat suhu laut, semakin besar pula ruang yang dibutuhkan air, sehingga permukaan laut perlahan meningkat.
2. Mencairnya Es di Kutub dan Gletser
Pemanasan global juga mempercepat pencairan lapisan es di Greenland, Antarktika, dan berbagai gletser di dunia. Air hasil pencairan tersebut mengalir ke laut dan menambah volume air secara keseluruhan.
Baca Juga: Cara Login ASN Digital 2026, Simak Langkah Aktivasi MFA agar Bisa Akses myASN
3. Polusi dan Aktivitas Industri
Laporan PBB menyoroti meningkatnya tekanan terhadap laut akibat polusi, aktivitas industri, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Kondisi ini memperburuk kesehatan ekosistem laut dan mengganggu keseimbangan lingkungan.
4. Tekanan Berkelanjutan terhadap Ekosistem Laut
Penangkapan ikan berskala besar dan berbagai aktivitas ekonomi di kawasan pesisir juga menjadi bagian dari tekanan yang terus meningkat terhadap samudra dunia.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa sekitar 16 persen dari total peningkatan kandungan panas laut sejak tahun 1955 terjadi hanya dalam periode sejak 2018.
Temuan ini menunjukkan bahwa lautan menyerap panas dalam jumlah yang semakin besar akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenaikan permukaan laut, tetapi juga mengancam terumbu karang, keanekaragaman hayati laut, dan keseimbangan ekosistem global.
Baca Juga: Daftar Beasiswa Juni 2026 dengan Benefit Menarik, Jangan Sampai Ketinggalan!
FAQ
Seberapa cepat permukaan laut naik saat ini?
Menurut laporan PBB, laju kenaikan permukaan laut meningkat dari sekitar 2 milimeter per tahun sebelum 2015 menjadi 4,3 milimeter per tahun pada 2023.
Apa dampak kenaikan permukaan laut bagi Indonesia?
Dampaknya meliputi banjir rob, abrasi pantai, gangguan terhadap permukiman pesisir, dan ancaman bagi pulau-pulau kecil.
Apa yang dimaksud WOA III?
WOA III atau World Ocean Assessment III adalah laporan global yang dipimpin PBB untuk menilai kondisi samudra dunia dari berbagai aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Apakah kenaikan permukaan laut dapat diperlambat?
Ya. Salah satu caranya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi ekosistem laut, dan menerapkan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









