Akurat Logo

UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

Wahyu SK | 13 Juni 2026, 19:37 WIB
UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan
Universitas Teknologi Bandung (UTB) menggelar wisuda ke-25 tahun 2026. Foto: UTB

AKURAT.CO Universitas Teknologi Bandung (UTB) kembali menorehkan momen penting dalam perjalanan akademiknya dengan menyelenggarakan Wisuda ke-25 di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, pada Kamis (4/6/2026).

Sebanyak 115 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan dari berbagai departemen di lingkungan Universitas Teknologi Bandung.

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Teknologi Bandung, Dr. Muchammad Naseer, S.Kom., M.T., dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Pimpinan Yayasan Grup LPPI Bandung Dr. Dadang Hermawan, serta keynote speaker Gita Irawan Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2011-2014 dan Visiting Scholar Stanford University.

Pada Wisuda ke-25 ini, UTB meluluskan 115 wisudawan yang berasal dari empat departemen, yaitu Teknik Informatika sebanyak 52 wisudawan, Teknik Industri sebanyak 48 wisudawan, Desain Komunikasi Visual sebanyak 13 wisudawan, dan Bisnis Digital sebanyak 2 wisudawan.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perubahan yang semakin cepat di era transformasi digital.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, dan menjaga integritas dalam setiap langkah kehidupannya.

Dr. Lukman mengingatkan para wisudawan untuk memiliki kompas moral yang kuat sebagai landasan dalam berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun agile mindset, yaitu pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, cepat belajar, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Selain itu, ia mengajak para lulusan untuk berani melakukan langkah-langkah akselerasi dalam pengembangan diri, baik melalui peningkatan kompetensi, pengalaman profesional, maupun kolaborasi lintas bidang.

Menurutnya, dunia saat ini memberikan banyak peluang bagi mereka yang siap bergerak lebih cepat dan terus mengembangkan kapasitas diri.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Lukman memperkenalkan konsep JAGO sebagai karakter yang perlu dimiliki oleh lulusan Universitas Teknologi Bandung. JAGO merupakan akronim dari Jejaring (Networking), Adaptif, Gesit (Agile), dan Orisinal.

"Wisudawan-wisudawati UTB harus menjadi pribadi yang JAGO. Bangun jejaring seluas- luasnya, miliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan, bergerak dengan gesit dalam menghadapi tantangan, dan tetap orisinal dalam berkarya serta menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Rektor Universitas Teknologi Bandung, Dr. Muchammad Naseer, S.Kom., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Ia berharap para lulusan mampu menjadi insan yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.

"Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru. Dunia saat ini berkembang sangat cepat dan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, terus belajar, serta berani menciptakan inovasi. Kami berharap para lulusan UTB dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya," jelas Naseer, dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Dalam orasi ilmiahnya, Gita Irawan Wirjawan mengajak para lulusan untuk memiliki visi besar dalam membangun masa depan Indonesia di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi bangsa yang menciptakan dan mengembangkan teknologi tersebut.

“Wisudawan-wisudawati UTB harus punya aspirasi untuk menciptakan narasi Indonesia sebagai bangsa yang AI Capable, AI Creating, dan AI Enabled, bukan hanya AI Consuming. Tugas kita adalah mengakselerasi peningkatan daya dan kapasitas komputasi agar mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan sebagai fondasi utama kemajuan. Menurutnya, setiap individu, keluarga, korporasi, bangsa, negara, hingga peradaban hanya dapat berkembang apabila memiliki keterbukaan terhadap gagasan, kolaborasi, dan perubahan.

"Keterbukaan adalah variabel paling fundamental yang mampu mengombinasikan kekuatan inovasi dan kekuatan preservasi. Tanpa keterbukaan, kita tidak akan bisa maju di level apa pun," jelasnya.

Gita mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan proses belajar sepanjang hayat melalui konsep brain circulation, yakni memperluas pengalaman, pengetahuan, dan jejaring baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Mudah-mudahan wisudawan-wisudawati UTB dapat melakukan brain circulation, meneruskan perjalanan akademisnya, sambil bekerja atau melanjutkan studi di berbagai daerah di Indonesia maupun di berbagai negara di dunia," tuturnya.

Selain prosesi pengukuhan wisudawan, UTB juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa dengan tugas akhir terbaik dari masing-masing departemen. Pada Departemen Teknik Industri, penghargaan diberikan kepada Shandy Apriandi Kusmana, S.T., Gina Ginayanti, S.T., dan Seyhan Agung Fadlulloh, S.T..

Pada Departemen Teknik Informatika, penghargaan tugas akhir terbaik diraih oleh Mohammad Reihan Zakya Alawi, S.Kom., Syukrillah, S.Kom., dan Aqil Muhammad Fachrezi, S.Kom..

Sementara itu, dari Departemen Desain Komunikasi Visual, penghargaan diberikan kepada Siti Nur Alifa, S.Ds., Fanisa Tiara Anggita, S.Ds., dan Arny Rongko', S.Ds., atas karya dan penelitian yang dinilai memiliki kualitas akademik, kreativitas, serta kontribusi yang baik sesuai bidang keilmuannya masing-masing.

UTB juga menetapkan tiga lulusan sebagai Wisudawan Terbaik Wisuda 25, yaitu Rizky

Pratama, S.T., dari Departemen Teknik Industri, Ryan Rizaldy, S.Kom., dari Departemen Teknik Informatika, dan Muhammad Yusril Yasir, S.Ds., dari Departemen Desain Komunikasi Visual.

Predikat wisudawan terbaik diberikan melalui proses penilaian komprehensif yang mempertimbangkan berbagai aspek, meliputi prestasi akademik, kualitas tugas akhir, keaktifan dalam organisasi, capaian prestasi selama masa studi, serta sikap dan etika yang ditunjukkan selama menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Bandung.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan wisudawan termuda dan tertua pada Wisuda 25. Gelar wisudawan termuda diraih oleh Gilang Widyaputra, S.Kom., dari Departemen Teknik Informatika yang lulus pada usia 21 tahun.

Sementara itu, wisudawan tertua adalah Ardi Ginanjar, S.T., dari Departemen Teknik Industri yang berhasil menyelesaikan studinya pada usia 42 tahun. Capaian keduanya menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat diraih oleh siapa saja tanpa dibatasi usia.

Melalui penyelenggaraan Wisuda ke- 25 ini, Universitas Teknologi Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Dengan bekal kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta kemampuan berinovasi, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya di era transformasi digital dan kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK