Akurat Logo

Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi, Ini 7 Langkah Penting yang Harus Dilakukan

Nurma Nafisa Faradilla | 16 Juni 2026, 13:21 WIB
Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi, Ini 7 Langkah Penting yang Harus Dilakukan
Ilustrasi gempa bumi. (Pixabay)

AKURAT.CO Gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan sering kali datang tanpa peringatan. Kondisi ini membuat setiap orang perlu memahami langkah-langkah keselamatan yang tepat agar dapat melindungi diri dan orang di sekitar saat terjadi guncangan.

Belum lama ini, gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di kawasan rawan gempa karena dilalui sejumlah jalur pertemuan lempeng tektonik aktif.

Mengetahui cara menyelamatkan diri saat gempa bukan hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak, pelajar, dan lansia. Dengan memahami langkah yang benar, risiko cedera maupun korban jiwa dapat diminimalkan.

Mengapa Penting Mengetahui Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Terjadi?

Saat gempa terjadi, kepanikan sering kali membuat seseorang mengambil keputusan yang justru berbahaya. Banyak korban cedera bukan disebabkan oleh guncangan itu sendiri, melainkan karena tertimpa benda, terkena pecahan kaca, atau terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.

Baca Juga: Apa Fungsi Klorofil pada Daun Tumbuhan Hijau?

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana gempa bumi.

7 Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan dapat membuat seseorang sulit berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat.

Tarik napas dalam-dalam dan fokus pada tindakan keselamatan yang perlu dilakukan.

2. Lakukan Drop, Cover, dan Hold On

Metode ini menjadi salah satu prosedur keselamatan yang direkomendasikan saat gempa terjadi.

Drop berarti merunduk ke lantai untuk mengurangi risiko terjatuh.

Cover berarti berlindung di bawah meja atau furnitur yang kokoh untuk melindungi kepala dan tubuh dari benda yang jatuh.

Hold On berarti berpegangan pada tempat berlindung hingga guncangan berhenti.

3. Jauhi Kaca dan Benda yang Mudah Jatuh

Saat gempa berlangsung, hindari berada di dekat jendela, lemari tinggi, rak buku, televisi, atau benda lain yang berpotensi roboh.

Pecahan kaca dan benda yang jatuh dapat menyebabkan cedera serius.

4. Jangan Gunakan Lift

Jika berada di gedung bertingkat, jangan menggunakan lift saat gempa terjadi. Gangguan listrik dapat menyebabkan lift berhenti dan membuat penumpang terjebak di dalamnya.

Gunakan tangga darurat setelah guncangan benar-benar berhenti dan kondisi dinyatakan aman.

5. Cari Area Terbuka Jika Berada di Luar Ruangan

Apabila gempa terjadi saat kamu berada di luar ruangan, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, pohon besar, atau struktur lain yang berpotensi roboh.

Carilah area terbuka hingga situasi kembali aman.

Baca Juga: Presiden Palestina Mahmoud Abbas Telepon Prabowo Sampaikan Informasi Terkini

6. Hentikan Kendaraan Secara Aman

Jika sedang mengemudi, kurangi kecepatan dan hentikan kendaraan di tempat yang aman.

Hindari berhenti di bawah jembatan, terowongan, kabel listrik, atau bangunan tinggi. Tetap berada di dalam kendaraan hingga guncangan berakhir.

7. Waspadai Gempa Susulan

Setelah gempa utama berhenti, tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan atau aftershock.

Periksa kondisi sekitar dan segera keluar dari bangunan apabila terlihat retak atau mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Gempa?

Setelah gempa selesai, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Periksa kondisi diri sendiri dan orang di sekitar.

  • Matikan aliran listrik atau gas jika ditemukan kebocoran.

  • Ikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, atau pemerintah daerah.

  • Hindari bangunan yang rusak hingga dinyatakan aman oleh petugas.

  • Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Pengetahuan mengenai mitigasi bencana perlu diajarkan sejak usia dini. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana.

Melalui simulasi evakuasi dan edukasi rutin, masyarakat dapat lebih siap menghadapi gempa bumi maupun bencana alam lainnya. Kesiapsiagaan yang baik dapat membantu mengurangi risiko korban serta mempercepat proses penyelamatan saat keadaan darurat terjadi.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026 Lengkap, Ada 4 Laga Seru Termasuk Argentina vs Aljazair

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR dan Hapus Hambatan Domisili

FAQ

Apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi?

Tetap tenang, berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca dan benda yang mudah jatuh, serta menunggu hingga guncangan berhenti.

Apakah aman berlari keluar saat gempa berlangsung?

Tidak selalu. Jika berada di dalam bangunan, lebih aman berlindung terlebih dahulu daripada berlari keluar saat guncangan masih terjadi.

Mengapa tidak boleh menggunakan lift saat gempa?

Lift dapat berhenti mendadak akibat gangguan listrik atau kerusakan sistem sehingga berisiko membuat penumpang terjebak.

Apa itu gempa susulan?

Gempa susulan atau aftershock adalah gempa yang terjadi setelah gempa utama akibat penyesuaian kondisi batuan di sekitar patahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.