Akurat Logo

ITB Rekrut 70 Dosen Tidak Tetap 2026, Cek Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Nurma Nafisa Faradilla | 6 Juli 2026, 14:45 WIB
ITB Rekrut 70 Dosen Tidak Tetap 2026, Cek Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
Gedung utama ITB. (Ditsama ITB)

AKURAT.CO Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka rekrutmen calon dosen tidak tetap tahun 2026. Kesempatan ini terbuka bagi lulusan magister (S2) maupun doktor (S3) yang ingin berkarier sebagai tenaga pendidik di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Berdasarkan pengumuman resmi ITB, proses pendaftaran telah dibuka sejak 3 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 4 Agustus 2026. Pada rekrutmen kali ini, ITB menyediakan kuota maksimal 70 formasi yang tersebar di berbagai fakultas dan sekolah.

Berikut informasi lengkap mengenai formasi, syarat, jadwal, hingga tahapan seleksi rekrutmen dosen tidak tetap ITB 2026.

Baca Juga: Jadwal Masuk Sekolah 2026 Dimulai 13 Juli, Ini Jadwal MPLS SD, SMP, dan SMA

ITB Buka Rekrutmen 70 Dosen Tidak Tetap

Rekrutmen dosen tidak tetap tahun 2026 dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di berbagai bidang keilmuan.

Secara keseluruhan terdapat kuota maksimal 70 formasi yang akan ditempatkan di sejumlah fakultas dan sekolah di lingkungan ITB. Formasi paling banyak tersedia di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dengan kuota maksimal 10 orang.

Selain STEI, kebutuhan dosen juga dibuka pada Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Sekolah Farmasi, serta Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

Syarat Rekrutmen Dosen Tidak Tetap ITB 2026

Pelamar wajib memenuhi persyaratan umum yang telah ditetapkan ITB, antara lain:

  • Warga Negara Indonesia.

  • Berusia maksimal 35 tahun untuk pelamar jenjang S2 dan maksimal 40 tahun untuk pelamar jenjang S3 per 31 Desember 2026.

  • Sehat jasmani dan rohani.

  • Berkelakuan baik.

  • Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

  • Tidak pernah dipidana maupun sedang menjalani proses hukum.

  • Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari instansi pemerintah maupun swasta.

  • Tidak sedang terikat ikatan dinas.

  • Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik maupun organisasi yang dilarang di Indonesia.

  • Bersedia ditempatkan di seluruh kampus ITB, meliputi Kampus Ganesha, Jatinangor, Cirebon, maupun Jakarta.

Selain itu, pelamar juga diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris berupa ELPT ITB minimal 77 atau TOEFL ITP yang diselenggarakan ITB dengan skor minimal 475.

Pelamar juga harus memiliki sertifikat Tes Potensi Akademik (TPA) resmi dari UUO Bappenas dengan nilai minimal 475 yang masih berlaku saat pendaftaran.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2 Masih Dibuka Sampai Akhir Juli! Ini Syaratnya

Persyaratan Khusus Lulusan S2 dan S3

Bagi pelamar lulusan S2, diwajibkan memiliki gelar sarjana dan magister pada bidang yang relevan dengan formasi yang dilamar.

Perguruan tinggi asal harus memiliki akreditasi internasional atau terakreditasi Unggul maupun A saat pelamar lulus.

Selain itu, pelamar S2 harus memiliki IPK minimal 3,00 pada jenjang S1 dan minimal 3,25 pada jenjang S2.

Sementara itu, pelamar jenjang doktor (S3) wajib memiliki gelar doktor sesuai bidang yang dibutuhkan.

ITB juga memberikan kesempatan bagi calon lulusan doktor yang diperkirakan lulus paling lambat 1 Mei 2027, dengan syarat melampirkan surat pernyataan sesuai ketentuan panitia.

Persyaratan IPK untuk pelamar S3 tetap mengacu pada minimal 3,00 untuk jenjang S1 dan 3,25 untuk jenjang S2.

Jadwal Rekrutmen Dosen ITB 2026

ITB telah menetapkan jadwal pelaksanaan rekrutmen sebagai berikut:

Pengumuman rekrutmen dimulai pada 3 Juli 2026.

Batas akhir pengiriman lamaran adalah 4 Agustus 2026.

Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 28 Agustus 2026.

Sementara jadwal tahapan seleksi berikutnya akan diumumkan kemudian oleh panitia.

Tahapan Seleksi

Pelamar yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti beberapa tahapan berikut:

  • Seleksi administrasi.

  • Psikotes dan seleksi kompetensi bidang.

  • Wawancara serta microteaching.

  • Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dan tes kesehatan.

Seluruh tahapan tersebut menjadi penentu kelulusan peserta untuk bergabung sebagai dosen tidak tetap ITB.

Fakultas yang Membuka Formasi

Rekrutmen dosen tidak tetap ITB tahun 2026 dibuka untuk 12 fakultas dan sekolah, yaitu:

  • Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian.

  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

  • Fakultas Seni Rupa dan Desain.

  • Fakultas Teknologi Industri.

  • Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara.

  • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

  • Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan.

  • Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan.

  • Sekolah Bisnis dan Manajemen.

  • Sekolah Farmasi.

  • Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.

  • Sekolah Teknik Elektro dan Informatika.

Informasi mengenai kualifikasi masing-masing formasi dapat dilihat melalui laman resmi rekrutmen ITB.

Baca Juga: Komisi VIII DPR: Belum Ada Usulan Resmi Terkait RUU LGBT

Baca Juga: Cara Cek Bagan 8 Besar Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Jadwal Pertandingan

FAQ

Kapan pendaftaran dosen tidak tetap ITB 2026 dibuka?

Pendaftaran dibuka mulai 3 Juli hingga 4 Agustus 2026.

Berapa jumlah formasi yang dibuka ITB?

ITB menyediakan kuota maksimal 70 formasi dosen tidak tetap yang tersebar di 12 fakultas dan sekolah.

Siapa yang bisa mendaftar?

Rekrutmen terbuka bagi lulusan S2 maupun S3 yang memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan ITB.

Berapa skor TOEFL minimal untuk mendaftar?

Pelamar harus memiliki TOEFL ITP yang diselenggarakan ITB dengan skor minimal 475 atau ELPT ITB minimal 77.

Sumber: Situs resmi ITB.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.