Akurat Logo

6 Fakta Mengerikan di Balik Kerusakan Hutan Akibat Penebangan Pohon

Dani Zahra | 6 Agustus 2026, 17:30 WIB
6 Fakta Mengerikan di Balik Kerusakan Hutan Akibat Penebangan Pohon
Ilustrasi, penebangan pohon. - Canva

AKURAT.CO Penebangan pohon menjadi salah satu aktivitas yang dapat mengubah kondisi hutan secara drastis.

Jika dilakukan tanpa pengelolaan yang tepat, hilangnya pepohonan bukan hanya membuat kawasan hutan terlihat gundul, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah lingkungan.

Baca Juga: Krisis Kebakaran Hutan di Eropa: 2 Helikopter Pemadam Bertabrakan di Yunani

Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pohon menyerap karbon dioksida, membantu mengatur siklus air, menyediakan tempat hidup bagi satwa, sekaligus menjaga struktur tanah.

Ketika pohon ditebang dalam jumlah besar, berbagai fungsi tersebut ikut terganggu. Berikut sejumlah fakta mengenai dampak penebangan pohon yang perlu diketahui.

1. Risiko Banjir dan Longsor Bisa Meningkat

Akar pohon membantu menahan tanah sekaligus menyerap sebagian air hujan. Ketika tutupan pohon berkurang, air lebih mudah mengalir di permukaan tanah.

Dalam kondisi tertentu, limpasan air yang semakin besar dapat meningkatkan risiko erosi, banjir, hingga longsor, terutama di kawasan dengan kemiringan lereng tinggi.

2. Habitat Satwa Ikut Menghilang

Hutan bukan sekadar kumpulan pohon. Kawasan tersebut menjadi tempat mencari makanan, berlindung, berkembang biak, dan berpindah bagi berbagai jenis satwa.

Penebangan hutan dapat membuat habitat semakin sempit dan terfragmentasi. Kondisi ini berpotensi memaksa satwa berpindah ke wilayah lain, termasuk mendekati permukiman manusia.

3. Suhu Lingkungan Dapat Menjadi Lebih Panas

Pepohonan membantu memberikan keteduhan dan berperan dalam proses evapotranspirasi yang memengaruhi kondisi udara di sekitarnya.

Ketika tutupan vegetasi berkurang, kemampuan lingkungan untuk memberikan efek pendinginan juga dapat menurun. Kawasan yang sebelumnya teduh bisa menjadi lebih panas dan kering.

====

4. Karbon yang Tersimpan Bisa Terlepas

Pohon menyimpan karbon dalam batang, akar, daun, dan bagian lain dari biomassa. Ketika hutan mengalami kerusakan, sebagian karbon tersebut dapat kembali ke atmosfer.

Karena itu, kerusakan hutan menjadi salah satu persoalan penting dalam upaya mengendalikan perubahan iklim.

5. Kualitas Tanah Bisa Menurun

Hilangnya vegetasi membuat tanah lebih mudah terkena langsung oleh air hujan dan angin. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat erosi dan mengurangi lapisan tanah yang kaya unsur hara.

Jika berlangsung terus-menerus, lahan yang rusak akan semakin sulit mendukung pertumbuhan vegetasi secara alami.

6. Siklus Air Ikut Terganggu

Hutan berperan dalam menyerap dan menyimpan air sekaligus mengembalikannya ke atmosfer melalui proses alami.

Ketika tutupan hutan berkurang secara signifikan, kemampuan suatu kawasan dalam mengatur air juga dapat berubah. Dampaknya bisa dirasakan melalui perubahan aliran sungai, meningkatnya limpasan permukaan, atau berkurangnya ketersediaan air pada periode tertentu.

FAQ

Apakah semua penebangan pohon merusak hutan?

Tidak selalu. Penebangan yang dilakukan secara terencana, legal, dan disertai pengelolaan serta pemulihan hutan berbeda dengan pembalakan liar atau pembukaan hutan secara besar-besaran.

Mengapa pohon penting untuk mencegah longsor?

Akar pohon membantu mengikat partikel tanah. Vegetasi juga membantu mengurangi aliran air hujan yang langsung mengikis permukaan tanah.

Apa dampak penebangan hutan terhadap satwa?

Penebangan dapat menghilangkan atau memecah habitat satwa. Akibatnya, satwa bisa kehilangan sumber makanan dan tempat berlindung serta terdorong berpindah ke wilayah lain.

Apakah menanam pohon kembali bisa mengatasi kerusakan hutan?

Reboisasi dapat membantu memulihkan fungsi ekosistem, tetapi prosesnya membutuhkan waktu. Hutan yang baru ditanam belum tentu langsung memiliki fungsi ekologis yang sama dengan hutan alami yang telah berkembang selama puluhan atau bahkan ratusan tahun.

Baca Juga: Kadis Kehutanan DKI Lepas Tangan Soal Penebangan Pohon di Selatan Monas

Kesimpulan

Penebangan berlebihan dapat merusak tanah, air, iklim, dan habitat satwa. Karena itu, hutan perlu dilindungi dari kerusakan dan penebangan ilegal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra