Akurat Logo

Apa Itu Hujan Meteor Perseid? Fenomena Langit yang Terjadi Setiap Tahun

Nurma Nafisa Faradilla | 14 Agustus 2026, 17:00 WIB
Apa Itu Hujan Meteor Perseid? Fenomena Langit yang Terjadi Setiap Tahun
Hujan meteor perseid. - Unsplash

AKURAT.CO Hujan meteor Perseid merupakan salah satu fenomena astronomi yang rutin menghiasi langit setiap tahun. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu dan partikel yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle, sehingga material tersebut masuk ke atmosfer dan tampak sebagai kilatan cahaya di langit malam.

Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor tahunan yang menarik untuk diamati karena dapat menghasilkan banyak meteor dalam kondisi langit yang mendukung.

Lantas, apa itu hujan meteor Perseid, kapan waktu terbaik untuk melihatnya, dan bagaimana cara mengamati fenomena ini dari Indonesia?

Baca Juga: Cek Bansos Kemensos Pakai HP, Begini Cara dan Ciri-Ciri Penerimanya

Apa Itu Hujan Meteor Perseid?

Hujan meteor Perseid adalah fenomena ketika sejumlah meteor tampak muncul dari satu wilayah tertentu di langit. Meteor-meteor tersebut sebenarnya merupakan partikel kecil dari debu dan material yang ditinggalkan oleh komet saat mengelilingi Matahari.

Ketika Bumi bergerak mengelilingi Matahari dan melewati aliran partikel tersebut, material berukuran kecil dapat memasuki atmosfer dengan kecepatan sangat tinggi. Interaksi dengan atmosfer kemudian membuat material tersebut berpijar dan menghasilkan garis cahaya yang terlihat dari permukaan Bumi.

Nama Perseid berasal dari rasi bintang Perseus. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, meteor dalam hujan meteor ini tampak seolah-olah berasal dari arah rasi tersebut. Titik asal semu ini disebut sebagai radiant.

Hujan Meteor Perseid Berasal dari Mana?

Sumber utama hujan meteor Perseid adalah Komet 109P/Swift-Tuttle. Komet tersebut meninggalkan debu dan partikel di sepanjang lintasannya ketika bergerak mengelilingi Matahari.

Jejak material tersebut kemudian menjadi jalur yang dilintasi Bumi setiap tahun. Saat Bumi melewati wilayah tersebut, sebagian partikel memasuki atmosfer dan menghasilkan fenomena hujan meteor Perseid.

Komet Swift-Tuttle memiliki periode orbit sekitar 133 tahun. Komet ini terakhir melintasi bagian dalam Tata Surya pada 1992 dan diperkirakan akan kembali pada 2126.

Mengapa Hujan Meteor Perseid Terjadi Setiap Tahun?

Hujan meteor Perseid dapat terjadi setiap tahun karena orbit Bumi secara rutin berpotongan dengan aliran debu yang ditinggalkan Komet Swift-Tuttle.

Bumi membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mengelilingi Matahari. Pada periode tertentu setiap tahun, Bumi kembali melewati bagian aliran debu tersebut sehingga aktivitas Perseid dapat diamati dari Bumi.

Meski terjadi setiap tahun, intensitas hujan meteor dapat berbeda. Jumlah meteor yang terlihat dipengaruhi oleh posisi radiant, kondisi atmosfer, tingkat polusi cahaya, fase Bulan, serta cuaca di lokasi pengamatan.

Baca Juga: Ketidakpastian RKAB Nikel, APNI Usul Kuota 270 Juta Ton Plua Buffer 30 Juta Ton

Hujan Meteor Perseid Kapan?

Secara umum, hujan meteor Perseid aktif pada pertengahan Juli hingga akhir Agustus setiap tahun. Periode puncaknya biasanya terjadi sekitar 12 hingga 13 Agustus, meskipun waktu maksimum dapat sedikit berubah dari tahun ke tahun.

Artinya, Perseid tidak hanya muncul pada satu malam. Meteor masih dapat terlihat beberapa hari sebelum maupun sesudah waktu puncak selama kondisi langit mendukung.

Karena itu, masyarakat yang ingin mengamati Perseid sebaiknya tidak terpaku pada satu tanggal atau satu jam tertentu. Pengamatan pada beberapa malam di sekitar periode puncak dapat meningkatkan peluang untuk melihat meteor.

Jam Berapa Hujan Meteor Perseid Terjadi?

Hujan meteor Perseid dapat diamati pada malam hari hingga menjelang pagi. Waktu terbaik biasanya berada setelah tengah malam karena radiant Perseid semakin tinggi di langit seiring berjalannya waktu.

Namun, tidak ada satu jam yang menjamin meteor akan terlihat. Meteor dapat muncul kapan saja selama periode pengamatan, dengan jumlah yang dipengaruhi kondisi langit dan posisi radiant.

Untuk memperoleh peluang pengamatan yang lebih baik, pilih waktu ketika langit benar-benar gelap dan hindari lokasi dengan banyak sumber cahaya.

Puncak Hujan Meteor Perseid Jam Berapa?

Waktu puncak Perseid ditentukan berdasarkan posisi Bumi terhadap aliran debu Komet Swift-Tuttle dan dapat berbeda setiap tahun. Dalam pengamatan praktis, waktu setelah tengah malam hingga menjelang pagi di sekitar tanggal puncak umumnya menjadi periode yang menarik untuk mengamati Perseid.

Pada 2026, misalnya, periode maksimum Perseid berlangsung sekitar 12 hingga 13 Agustus. Karena waktu maksimum astronomis dapat berlangsung ketika sebagian wilayah Indonesia mengalami siang hari, pengamatan tidak harus dilakukan tepat pada jam maksimum.

Meteor tetap dapat terlihat pada malam di sekitar periode puncak karena aktivitas Perseid berlangsung dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Berapa Banyak Meteor Perseid yang Bisa Terlihat?

Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor tahunan dengan aktivitas yang cukup tinggi. Dalam kondisi ideal, jumlah meteor yang dapat muncul tergolong banyak dibandingkan sejumlah hujan meteor lainnya.

Namun, angka meteor yang terlihat oleh seseorang tidak selalu sama dengan angka aktivitas meteor yang tercatat secara astronomi. Kondisi ideal seperti langit yang sangat gelap, radiant yang tinggi, dan pandangan langit yang luas diperlukan untuk memperoleh hasil pengamatan terbaik.

Polusi cahaya dari perkotaan dapat membuat meteor yang redup sulit terlihat. Awan dan kabut juga dapat menghalangi pandangan ke langit.

Apakah Hujan Meteor Perseid Bisa Dilihat dari Indonesia?

Hujan meteor Perseid dapat diamati dari Indonesia. Namun, posisi radiant Perseid yang berada di wilayah langit utara membuat kondisi pengamatan dari Indonesia berbeda dengan wilayah lintang utara.

Pengamat di Indonesia tetap memiliki peluang untuk melihat meteor Perseid, terutama ketika kondisi langit cerah dan lokasi pengamatan memiliki pandangan luas ke arah langit utara dan timur laut.

Semakin jauh lokasi dari pusat kota dan sumber cahaya, semakin besar peluang untuk melihat meteor yang redup.

Cara Melihat Hujan Meteor Perseid

Hujan meteor Perseid tidak membutuhkan teleskop atau peralatan astronomi khusus. Pengamatan justru dapat dilakukan dengan mata telanjang agar bidang pandang ke langit tetap luas.

Berikut cara melihat hujan meteor Perseid yang dapat dilakukan:

1. Cari lokasi yang minim polusi cahaya

Pilih tempat yang jauh dari lampu kota, gedung, papan reklame, dan sumber cahaya lainnya. Langit yang gelap akan membuat meteor lebih mudah terlihat.

2. Pilih tempat dengan pandangan langit luas

Hindari lokasi yang dikelilingi gedung tinggi, pepohonan lebat, atau penghalang lainnya. Semakin luas area langit yang dapat dilihat, semakin besar peluang menemukan meteor yang melintas.

3. Lakukan pengamatan setelah tengah malam

Perseid umumnya lebih menarik diamati setelah tengah malam hingga menjelang pagi. Pada periode tersebut, posisi radiant semakin tinggi sehingga peluang melihat meteor dapat meningkat.

Baca Juga: Prabowo Bikin Petani Tersenyum: Pangkas 145 Aturan Penyaluran Pupuk hingga Harga Turun 20 Persen

4. Gunakan mata telanjang

Teleskop dan binokular tidak diperlukan untuk mengamati hujan meteor. Mata telanjang justru memungkinkan pengamat melihat area langit yang lebih luas.

5. Beri waktu mata beradaptasi

Sebelum mulai mengamati, biarkan mata beradaptasi dengan kondisi gelap. Hindari menatap layar HP terlalu sering karena cahaya dari layar dapat mengganggu adaptasi mata terhadap kegelapan.

6. Periksa kondisi cuaca

Langit yang tertutup awan akan membuat meteor sulit atau bahkan tidak terlihat. Karena itu, periksa prakiraan cuaca sebelum menentukan lokasi dan waktu pengamatan.

Apakah Hujan Meteor Perseid Berbahaya?

Hujan meteor Perseid tidak berbahaya bagi manusia di permukaan Bumi. Sebagian besar partikel yang memasuki atmosfer berukuran sangat kecil dan habis terbakar atau mengalami perubahan akibat interaksi dengan atmosfer.

Kilatan cahaya yang terlihat dari permukaan merupakan fenomena atmosfer akibat material tersebut memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi. Karena itu, masyarakat dapat mengamati hujan meteor secara langsung dengan mata telanjang tanpa perlu khawatir terkena material meteor.

Apa Perbedaan Meteor, Meteoroid, dan Meteorit?

Meteor, meteoroid, dan meteorit merupakan istilah yang berkaitan dengan benda langit, tetapi memiliki arti berbeda.

Meteoroid adalah material atau benda kecil yang berada di ruang angkasa. Ketika meteoroid memasuki atmosfer dan menghasilkan cahaya akibat interaksinya dengan atmosfer, fenomena cahaya tersebut disebut meteor.

Sementara itu, apabila sebagian material berhasil melewati atmosfer dan mencapai permukaan Bumi, material yang tersisa disebut meteorit.

Dengan demikian, istilah hujan meteor merujuk pada fenomena cahaya yang terlihat ketika banyak partikel memasuki atmosfer dalam periode tertentu.

Mengapa Meteor Perseid Seolah-olah Berasal dari Perseus?

Meteor Perseid sebenarnya tidak berasal dari rasi Perseus. Rasi tersebut hanya menjadi titik perspektif dari mana meteor tampak memancar jika dilihat dari Bumi.

Efek tersebut terjadi karena partikel-partikel yang memasuki atmosfer bergerak pada lintasan yang relatif sejajar. Dari sudut pandang pengamat, lintasan itu terlihat seperti bertemu pada satu titik di langit.

Titik tersebut disebut radiant, dan karena berada di sekitar rasi Perseus, hujan meteor ini kemudian dikenal sebagai Perseid.

Baca Juga: 8.095 Personel Gabungan Amankan Pidato Kenegaraan Presiden di DPR

FAQ

Hujan meteor Perseid bisa dilihat dengan mata telanjang?

Ya. Hujan meteor Perseid dapat diamati dengan mata telanjang sehingga tidak membutuhkan teleskop maupun binokular.

Hujan meteor Perseid berasal dari mana?

Perseid berasal dari debu dan partikel yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle. Ketika Bumi melewati aliran material tersebut, sebagian partikel memasuki atmosfer dan menghasilkan meteor.

Apakah hujan meteor Perseid terjadi setiap tahun?

Ya. Perseid merupakan hujan meteor tahunan karena Bumi secara berkala melewati aliran debu yang ditinggalkan Komet Swift-Tuttle.

Apakah hujan meteor Perseid bisa dilihat dari Indonesia?

Ya. Perseid dapat diamati dari Indonesia, meskipun posisi radiant di langit utara membuat kondisi pengamatan berbeda dengan wilayah lintang utara. Lokasi gelap dengan pandangan langit luas dapat meningkatkan peluang melihat meteor.

Apakah hujan meteor Perseid berbahaya?

Tidak. Hujan meteor merupakan fenomena astronomi yang aman diamati dari permukaan Bumi. Sebagian besar partikel yang memasuki atmosfer berukuran kecil dan terbakar atau mengalami perubahan sebelum mencapai permukaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.