AKURAT.CO Konsolidasi politik yang berkembang belakangan ini memunculkan tudingan pengkhianat. Ketum Gerindra Prabowo Subianto terang-terangan mengaku menjadi korban karena sering dituduh dan berkhianat.
Capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengaku tidak mempersoalakan tudingan tersebut. Sebab yang terpenting, dirinya bukan pembohong dan pengkhianat.
"Boleh Prabowo dibohongi, dikhianati, yang penting asal jangan Prabowo bohong dan Prabowo berkhianat," kata Prabowo ketika menghadiri deklarasi dukungan Partai Gelora di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (2/8/2023).
Baca Juga: Prabowo: Saya Juga Dituduh Pengkhianat
Menurutnya, rakyat bakal melihat dan menilai siapa figur pengkhianat dan pembohong.Termasuk pula siapa pemimpin yang jujur.
"Rakyat yang akan melihat, rakyat yang akan menilai, rakyat yang nanti memberi vonis, Dan yang paling utama adalah sejarah mencatat siapa di atas jalan yang benar dan siapa yang berkhianat kepada bangsa dan negara," ujarnya.
Prabowo menegaskan, bahwa dirinya ingin maju sebagai capres di Pilpres 2024 untuk mengabdi pada bangsa dan negara. Berulang kali kalah bukan halangan selama hayat masih di kandung badan.
"Tadi dikatakan Prabowo dua kali kalah, tiga kali kalah, empat kali kalah, pejuang tidak ada kalahnya saudara-saudara. Jabatan tidak penting, yang penting pengabdian kepada rakyat Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: Deklarasikan Prabowo, Gelora: Kami Sekutu Yang Bisa Dipercaya
Prabowo mengatakan, bahwa dirinya ingin berkuasa atas kehendak rakyat. Ia pun tak mau mempersoalkan berapa banyak pasangan capres cawapres yang akan ikut kontestasi di Pilpres 2024.
"Enggak masalah mau satu pasang, dua pasang, tiga pasang, yang penting rakyat yang menilai, kita hormati keputusan rakyat. Sekali lagi kita mau berkuasa dengan izin rakyat," bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







