Caleg DPR RI Tak Buka Riwayat Hidup Patut Dicurigai, Punya Masa Lalu Kelam

AKURAT.CO Caleg DPR RI yang enggan membuka daftar riwayat hidup pada Pemilu 2024 patut dicurigai. Pasalnya, terbuka kemungkinan caleg tersebut memiliki masa kelam yang tak mau diketahui publik.
Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai daftar Riwayat hidup bakal caleg DPR RI, penting untuk referensi pemilih. Singkatnya, kalau caleg bersih tak perlu risih mengungkap masa lalunya.
"Dalam kerangka pengenalan calon hal tersebut cukup urgen terkait kesempatan untuk memilih dengan melihat latar belakang berikut kapasitas, pengalaman dan juga hubungan sosial dengan masyarakat," kata Koordinator JPPR, Nurlia Dian Paramita, di Jakarta, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Caleg Kampanye Di Luar Jadwal Ternyata Bukan Hanya Bisa Dipidana
Menurutnya, bacaleg DPR RI harus membuka riwayat hidup sebagai nilai tambah bagi pemilih. Sebab, melalui daftar riwayat hidup para baceleg dapat memiliki nilai tambah dengan kontestan lainnya.
"Daftar riwayat hidup ini dapat menunjukan sejauh mana caleg tersebut berprestasi, memiliki rekam jejak yang sesuai dengan visi-misi yang dibangunnya," ujarnya.
Baca Juga: KPU Minta Parpol Buka Daftar Riwayat Caleg
Lebih lanjut, dia menyayangkan sikap KPU yang kurang tegas soal keterbukaan informasi seputar daftar riwayat hidup dari para baceleg yang berlaga dalam Pileg 2024.
Seharusnya KPU mendorong agar hal tersebut menjadi syarat mutlak, bukan malah berlindung menggunakan tameng undang-undang keterbukaan informasi untuk membolehkan peserta pileg tidak membuka daftar riwayat hidupnya.
Baca Juga: PEMILU 2024: 9.917 Caleg Berebut 580 Kursi DPR
"Dari daftar riwayat hidup tentu saja dapat melihat kompetensi caleg tersebut, termasuk seberapa jauh caleg tersebut berpihak dan mampu mengimplementasikan gagasan yang dibawanya dalam proses pencalonan," tuturnya.
Dia berpendapat bahwa daftar riwayat hidup tak ubahnya seperti curriculum vitae (CV) yang biasa digunakan oleh para pelamar kerja dan menjadi syarat utama untuk mendapatkan pekerjaan.
"Seperti orang melamar kerja saja akan melampirkan CV dengan harapan pemberi kerja mempertimbangkan CV-nya untuk dapat bekerja," bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








