Survei Poltracking: Prabowo-Gibran 40,2 Persen, Ganjar-Mahfud Potensial Disusul Anies-Muhaimin

AKURAT.CO - Lembaga Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pemilu 2024. Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul elektabilitas dari dua pasangan calon lainnya.
"Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tertinggi (dengan elektabilitas) 40,2 persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, saat memaparkan hasil rilis lembaganya secara virtual, Jumat (10/11/2023).
Di urutan dua ditempati pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Pasangan capres-cawapres yang diusung koalisi PDIP itu mendapatkan elektabilitas 30,1 persen.
Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menempati urutan tiga dengan elektabilitas 24,4 persen.
"5,3 persen (responden) belum menentukan pilihan," kata Hanta.
Baca Juga: Survei: Publik Ingin Pilpres 2024 Digelar Satu Putaran
Survei Poltracking ini dilakukan pada 28 Oktober-3 November 2023 melibatkan 1.220 responden. Survei dilakukan melalui tatap muka dengan populasi survei adalah warga negara yang sudah memiliki hak pilih yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Pemilihan sampel dilakukan melalui metode multistage random sampling, adapun margin of error survei ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hanta mengatakan, jarak elektabilitas Prabowo-Gibran dengan Ganjar-Mahfud cukup besar karena selisihnya lebih dari 10 persen. Hal ini membuat peluang menang Prabowo-Gibran sangat besar.
"Jadi kalau kita lihat margin antara pasangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud itu agak merenggang, menjauh sedikit. Di saat yang sama Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin itu mendekat jaraknya," ujarnya.
Baca Juga: Survei Charta Politika: Gibran Belum Punya Kualifikasi Cawapres
Ia mengatakan Ganjar-Mahfud berpotensi disusul oleh pasangan Anies-Muhaimin karena jarak keduanya yang tidak terlalu besar, yakni tidak mencapai tiga kali lipat dari besaran margin of error survei.
"Kalau kita gunakan margin of error 2,9 persen plus minus, ini bisa bertemu nih antara Ganjar dan Anies Baswedan. Jadi ini adalah potret peta survei periode akhir Oktober sampai awal November," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








