Megawati: Apa Yang Terjadi Di MK Menyadarkan Kita, Manipulasi Hukum Kembali Terjadi

AKURAT.CO Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidatonya dalam rangka menanggapi situasi politik, yang terjadi Indonesia saat ini.
Secara khusus, Megawati menitikberatkan tentang kasus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman yang dicopot usai terbukti melanggar etik berat, karena memutus perkara No.90/PUU-XXI/2023, UU Pemilu.
Menurut Mega, hal tersebut menjadi contoh kasus yang menyadarkan masyarakat bahwa manipulasi hukum terjadi lagi, seperti sebelum era reformasi.
“Apa yang terjadi di Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini telah menyadarkan kita semua, bahwa berbagai manipulasi hukum kembali terjadi. Itu semua akibat praktik kekuasaan yang telah mengabaikan kebenaran hakiki, politik atas dasar nurani,” kata Megawati, dalam pidato secara virtual di Jakarta, Minggu (12/11/2023).
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa rekayasa dan manipulasi hukum itu tidak boleh terjadi lagi. Sebab, hukum harus menjadi tonggak keadilan bagi seluruh bangsa dan negara.
Baca Juga: Mengusung Tema Aurnalisme Positif, Bank BTN Dukung Ajang Menembak Antarwartawan
“Rekayasa hukum tidak boleh terjadi lagi. Hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran. Hukum harus menjadi alat mewujudkan keadilan. Hukum harus menjadi alat mengayomi seluruh bangsa dan negara Indonesia. Dengan keadilan inilah kemakmuran pasti akan bisa diwujudkan,” tegas Mega.
Ia juga turut menyoroti putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), yang memecat Anwar Usman.
Hal itu merupakan bukti bahwa kebenaran dan akal sehat tetap berdiri kokoh dalam menghadapi manipulasi hukum.
“Keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konsitusi telah memberikan cahaya terang di tengah kegelapan demokrasi. Keputusan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan moral, politik kebenaran, dan politik akal sehat tetap berdiri kokoh meski menghadapi rekayasa hukum konstitusi,” ucap dia.
Megawati juga meminta masyarakat tidak takut menyampaikan pendapat. Ia mendorong rakyat terus bersuara menyerukan kebenaran.
"Genggam erat semangat reformasi, kawal demokrasi, jangan takut bersuara, berpendapat segala sesuatu tetap kehendak hati, kawal demokrasi," pungkas Mega.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








