Netralitas Dipertanyakan Usai Diduga Terlibat Mendukung Ganjar, Persaudaraan 98: BIN Bisa Netral Kalau Budi Gunawan Diganti

AKURAT.CO Ketua Umum Persaudaraan 98, Wahab Talaohu, mempertanyakan netralitas Badan Intelejen Negara (BIN) yang telah terbukti terlibat aktif untuk mendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2019.
“Buktinya, BIN ini seperti alat politik PDI Perjuangan. Sudah sangat jelas setelah beredar Pakta Integritas pemenangan Ganjar antara Pj Bupati Sorong Yan Piet Mosso dan Kabinda Papua Barat," ujar Wahab kepada wartawan, Minggu (19/11/2023).
Wahab mensinyalir ada keterlibatan institusi BIN dalam operasi pemenangan pasangan Ganjar-Mahfud dengan mengendalikan pada Pj Gubernur, Pj Bupati atau Pj Wali Kota.
“Kabinda Sorong tidak mungkin berani bertindak atas nama personal. Ini sudah terstruktur, sistematis dan massif di nama BIN secara institusi digunakan sebagai alat politik," tegasnya.
Baca Juga: Ramai Dugaan Nivea Pro Israel, Apakah Benar? Berasal Dari Jerman Intip Sejarah Produk Ini
Bahkan menurut Wahab, BIN telah terkooptasi dengan partai politik sehingga harus ada rotasi kepemimpinan di BIN. Dengan demikian, netralitas BIN dapat terjaga.
“Itu bisa dilihat dari simbolisasi di BIN yang mengalami perubahan pasca-dipimpin oleh Budi Gunawa. Logo BIN berubah dari biru menjadi merah. Pakaian dinas BIN juga ikut berubah dari biru menjadi merah. Bahkan pagar dan cat dinding di kantor BIN berubah menjadi merah," lanjutnya.
Menurutnya, BIN harus bertindak netral dan profesional seperti TNI dan Polri yang tetap konsisten menjadi alat negara.
Maka menurut Wahab jalan satu-satunya agar BIN dapat netral dan profesional dalam pilpres 2024 adalah dengan menganti Kepala BIN Budi Gunawan.
Baca Juga: 7 Tips Makeup Wisuda Yang Flawless Dan Tahan Lama Ala Enzy Storia
“Institusi BIN harus diselamatkan. Netralitas dan profesionalitas BIN di Pilpres 2024 dapat terlaksana bila Budi Gunawan dicopot dari jabatannya. Selama masih ada Budi Gunawan maka selama itu juga BIN akan jadi alat politik PDI Perjuangan," tutup Wahab.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










