AKURAT.CO Ganjar Pranowo mengaku ogah membuat gimmick untuk menarik simpati pemilih. Sebaliknya, Ganjar ingin mendekati pemilih dengan cara edukasi.
Ganjar menghormati adanya kandidat capres yang disebut membuat gimmick, seperti Prabowo Subianto dengan joget gemoy (gemas). Namun dirinya memilih cara lain untuk mendekati pemilih, khususnya pemilih pemula.
"Saya menghormati gimmick orang, tapi hari ini anak-anak muda mesti diedukasi," kata Ganjar, selepas menghadiri acara dialog, di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga: Karakter Pemilih Muda Versi Ganjar: Lebih Suka Gimmick
Menurutnya edukasi penting kepada pemilih. Malahan Ganjar meyakini tidak semua pemilih pemula tertarik dengan gimmick.
Tak sedikit anak muda yang menunggu gagasan capres-cawapres dalam menciptakan lingkungan ekonomi kreatif. Sekalipun begitu, Ganjar tidak menyebut anti terhadap gimmick, namun menilai ada substansi yang lebih penting lagi.
"Jadi, boleh pakai gimmick, tapi jangan menghilangkan substansi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








