Peluang Pilpres 2024 Hanya Satu Putaran: Anies Vs Prabowo Vs Ganjar

AKURAT.CO - Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyampaikan prediksi apakah Pilpres 2024 berlangsung satu atau dua putaran.
Membandingkan elektabilitas pasangan capres-cawapres, menurutnya, peluang Pilpres berakhir satu putaran saat ini sama besarnya dengan satu putaran.
"Akankah Pilpres 2024 berlangsung hanya satu putaran saja atau perlu dua putaran? Per hari ini peluangnya 50:50, sama besarnya," kata Denny JA dalam video yang diterima Akurat.co di Jakarta, Senin (5/12/2023).
Denny JA mengungkap berdasarkan tingkat elektabilitas capres-cawapres paslon yang punya peluang memperoleh suara 50% plus 1 atau menang dalam satu putaran sejauh ini hanya paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Data LSI Denny JA di awal Desember 2023 dan data dari beberapa lembaga survei lain yang kredibel dukungan kepada Prabowo-Gibran sudah di atas 42%.
"Tapi elektabilitas pasangan ini di hari H-2 bulan belum sebesar SBY-Boediono di tahun 2009. SBY-Boediono dulu di angka 51%- 54%," kata Denny JA.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA: 40,2 Persen Pemilih Ganjar Pindah ke Anies
Bagaimana peluang menang satu putaran paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD? Denny JA mengatakan hampir mustahil.
"Hampir, hampir, hampir, hampir mustahil. Saya menyatakan hampir mustahil sebanyak empat kali untuk tidak terlalu keras menyatakan mustahil," katanya.
Denny JA mengatakan elektabilitas Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud sama-sama di bawah 25%. Untuk menang satu putaran berarti Anies- Muhaimin dan Ganjar-Mahfud perlu tambah dukungan di atas 25% lagi.
"Terlalu banyak dukungan tambahan yang diperlukan agar mereka menang satu putaran saja. Sementara waktu tersisa hanya dua bulan," imbuh Denny JA.
Baca Juga: Survei LPI: Respons Isu Perburuhan, Elektabilitas Ganjar-Mahfud Unggul
Pasangan Ganjar-Mahfud ataupun Anies-Muhaimin, sebut Denny JA, justru harus bertarung mengalahkan satu sama lain untuk mendapatkan tiket masuk putaran kedua bukan menang satu putaran.
"Justru perjuangan mereka bukan menang satu putaran tapi bersusah payah untuk masuk ke putaran kedua. Mereka butuh tambahan minimal masing-masing 8% lagi," demikian kata Denny JA.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







