Akurat
Pemprov Sumsel

Ketua BEM UGM Gielbran Muhammad Noor Bawa Agenda PKS? Ini Penjelasan Ade Armando

Sulthony Hasanuddin | 12 Desember 2023, 11:08 WIB
Ketua BEM UGM Gielbran Muhammad Noor Bawa Agenda PKS? Ini Penjelasan Ade Armando

AKURAT.CO Nama Gielbran Muhammad Noor menjadi trending di media sosial karena kritikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menyebutnya sebagai alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) paling memalukan.

Tidak hanya menyematkan gelar tersebut, Gielbran Muhammad Noor juga mengatakan Presiden Jokowi adalah raja Jawa yang culas dan licik.

Sosok Gielbran Muhammad Noor sendiri merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM dari Jurusan Ilmu dan Industri Peternakan angkatan 2019.

Menanggapi kritikan Ketua BEM UGM itu, politikus Ade Armando membagikan pendapatnya di media sosial X dengan mengatakan bahwa ia tidak memandang Gielbran sebagai sosok intelektual muda yang berpikiran tajam.

"Gielbran sering diundang dalam acara-acara yang mendiskusikan kemunduran Indonesia. Tapi terus terang sih saya tidak memandang dia sebagai intelektual muda yang berpikiran tajam," ungkapnya di akun @adearmando61, dikutip Selasa (12/12/2023).

Baca Juga: Profil Gielbran Muhammad Noor, Ketua BEM UGM yang Sebut Presiden Jokowi Menjadi Alumnus Paling Memalukan

Ade Armando lalu memberikan contoh hal yang menurutnya 'ngawur' yang dikatakan Gielbran tentang khas seorang pemimpin Jawa kepada Presiden Jokowi.

"Dia misalnya ngawur ketika bilang Jokowi adalah contoh khas seorang pemimpin di Jawa karena menurutnya dalam konsep kekuasan budaya Jawa etika tidaklah penting," tambahnya.

Menurut Ade Armando, hal yang dilakukan pria kelahiran tahun 2000 itu bukanlah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, hanya sekadar mencari sensasi dan mewakili kepentingan politik tertentu di luar kampus.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu membeberkan latar belakang Gielbran yakni merupakan penerima beasiswa RK yang diberikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Gielbran ini adalah seorang kader yang diorbitkan oleh lembaga bernama Rumah Kepemimpinan atau dikenal dengan singkatan RK. Dia penerima beasiswa RK sejak 2020, RK bisa disebut pusat kaderisasi Partai Keadilan Sejahtera di berbagai universitas negeri terkemuka," jelas Ade.

"Para penerima beasiswa RK itu lazim hidup bersama di asrama kader, yang menjadi tempat di mana mereka setiap hari mengalami indoktrinasi. Sejak lama sering disebut bahwa salah satu bahwa salah satu yang ditanamkan di kepala para kader RK adalah arti penting memperjuangkan syariah Islam," ungkapnya.

Ade lalu membagikan beberapa contoh kader RK yang juga kerap memberi kritik pedas kepada Presiden Jokowi seperti Presiden BEM UI 2021, Leon Alvinda Putra; Ketua BEM UI 2020, Fajar Adi Nugroho; dan Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa.

"Jadi gaya Gielbran ini memang gaya khas kader RK, gaya yang melecehkan Jokowi ini sebenarnya biasa-biasa saja dalam demokrasi," pungkas Ade.

Sebagai informasi, sejak bangku SMA, Gielbran sudah aktif dalam organisasi seperti menjadi Ketua OSIS MTA Surakarta.

Baca Juga: Telan Rp481 M, Jokowi Berharap Stasiun Pompa Air Ancol Sentiong Tekan Banjir Jakarta

Tidak heran apabila ia mendapatkan beasiswa dari RK, sebab Gielbran juga dikenal sebagai sosok yang cerdas seperti pernah berpartisipasi dalam Olimpiade Sains Kota Surakarta dan menjadi peserta Summer School Internasional di Universitas Hiroshima, Jepang.

Di UGM, Gielbran bahkan pernah ditunjuk sebagai asisten dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Peternakan hingga menjadi finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 34 di bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.